Ketua KSP Intidana Kembali Disidang Kasus Penggelapan

by
Ilustrasi: Istimewa

Ilustrasi: Istimewa

SEMARANG, suaramerdea.com – Ketua Koperasi Simpang Pinjam (KSP) Intidana Handoko kembali disidang kasus penggelapan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Handoko dimejahijaukan atas simpanan anggotanya yang tidak bisa dikembalikan sebesar Rp 13 miliar.

Dalam perkara ini, jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jateng Sateno mendakwa terdakwa melakukan perbuatan sebagaimana pasal 372 KUHP dan 374 KUHP tentang Penggelapan serta 378 KUHP tentang Penipuan.

“Jeratan pasalnya sama dengan sidang terdahulu, yakni penggelapan dan penipuan. Agenda sidangnya baru dakwaan, dimulai pada Rabu (26/10) lalu,” kata jaksa Sateno, Jumat (28/10). Dalam sidang ini, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, M Reza Kurniawan yang juga ketua DPC Peradi Kota Semarang. Handoko dilaporkan Sri Jati Sulaiman cs pada pertengahan tahun ini karena tidak bisa mengembalikan dana simpanannya di KSP Intidana.

Atas dakwaan tersebut, Reza mengaku telah menyiapkan eksepsi atau nota keberatan yang akan dibacakan pekan depan di persidangan. Menurut Reza, pengembalian dana kreditur ini sebenarnya sudah tercantum dalam putusan homologasi atau pengesahan akta perdamaian dalam sidang penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) KSP Intidana. Terlebih lagi, yang menjadi obyek pelaporan itu hanya simpanan, berbeda dengan kasus pertama yaitu cek kosong.

“Semestinya, ini perkara perdata karena pengembalian dana kreditur itu sudah tercover dalam putusan homologasi. Semua pihak juga supaya mengakhiri segala bentuk sengketa, karena simpanan mereka akan terbayar sesuai putusan homologasi,” jelasnya.

Handoko ini berstatus narapidana kasus penggelapan yang pernah dijatuhi hukuman dua tahun dan enam bulan oleh majelis hakim PN Semarang pada 2015. Pada kasus pertama, ia dilaporkan atas penipuan cek kosong oleh bos Kapas Selection, Heryanto Tanaka.

(Royce Wijaya/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *