Keterbukaan, Dorong BTN Raih Juara I Annual Report Award 2015

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, kecirit.com – Bank BTN berhasil meraih juara I dalam ajang Annual Report Award (ARA) tahun 2015 untuk kategori BUMN Keuangan Listed.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan bahwa selama ini pihaknya menerapkan beberapa strategi  agar menjadi yang terbaik dalam hal pelaporan keuangan.

“Strategi BTN jadi nomor satu, keterbukaan, meningkatkan implementasi good corporate governance,” katanya saat ditemui usai menghadiri Annual Report Award di Jakarta, Selasa (27/9) lalu.

Dia menambahkan prestasi juara tersebut juga tak lepas dari pencapaian kinerja perseroan yang cukup baik.

“Kita sudah masuk dalam movement terbaik, inilah yang menjadi alasan kita untuk terbuka terhadap hasil kinerja kita,” katanya.

Namun begitu, pihaknya tak merasa puas dengan capaian tersebut. Menurutnya, perseroan akan terus meningkatkan kinerja keuangannya untuk memberikan imbal hasil yang menarik bagi para investor.

“Pertumbuhan kredit dan laba semakin meningkat, semakin menambah kepercayaan tentang lembaga listed, kita semakin mendapatkan kepercayaan. Kita bangun ini yang terbaik untuk bisa bersaing di lembaga internasional,” tutupnya.

Sekretaris BTN Eko Waluyo menambahkan kompensasi atas juara satu yang diraih BTN adalah bebas iuran di bursa selama setahun dan tidak dikenakan pemeriksaan oleh Ditjen Pajak.

Pada ARA ke-15 kali ini, juara kedua kategori BUMN Keuangan Listed ditempati Bank Negara Indonesia (BNI) , dan juara ketiga PT Sarana Multigriya Financial (SMF) Tbk.

Annual Report Award ini diselenggarakan oleh 7 instansi yakni, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian BUMN, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, Komite Nasional Kebijakan Govermance, PT Bursa Efek Indonesia, dan Ikatan Akuntan Indonesia. Dengan diraihnya juara satu kategori BUMN Keuangan Listed, hal ini memberikan tingkat kepercayaan kepada publik dan kepercayaan pada pihak independen.

Maryono menegaskan BTN kini telah siap untuk bersaing di market share yang lebih besar bahkan ditingkat internasional. Sebelumnya, pada tahun 2011 BTN juga meraih juara satu dan juara umum dan pada 2014 BTN meraih juara tiga.

Adapun dalam program tax amnesty atau pengampunan pajak per 25 September 2016, BTN memperoleh Rp 8,1 trilliun untuk deklarasi dan uang tebusan Rp 400 miliar, dengan potensi tebusan bisa mencapai Rp 1 triliun.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah ARA 2016 yang juga Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, jumlah peserta ARA tahun ini meningkat 3,06% dari 303 perusahaan menjadi 294 perusahaan. Hal ini dikarenakan adanya jumlah perserta dari BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang jumlahnya 11 BPR dari tahun lalu hanya 3 BPR.

Nurhaida mengharapkan kualitas keterbukaan informasi dalam laporan tahunan dapat terus meningkat untuk dapat menunjang pencapaian pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Komitmen kami untuk mendorong good governance bagi perusahaan di Indonesia untuk terus meningkatkan pelaksanaan tata kelola yang baik dalam menjalankan tata usahanya,” katanya.

Menurutnya, perbaikan dalam transparansi informasi yang merupakan salah satu pilar GCG diyakini akan meningkatkan kesadaran perusahaan untuk menerapkan pengelolaan perusahaan dengan baik serta meningkatkan kesiapan perusahaan di Indonesia untuk bersaing di kawasan regional bahkan global.

Pada ARA 2015, sejumlah perubahan dilakukan untuk menyelaraskan kriteria penilaian dengan peraturan OJK. Hal ini terkait dengan peraturan tentang tata kelola dan kriteria ASEAN corporate governance scorecard yang dilaksanakan dalam kerangka ASEAN Capital Market Forum (ACMF).

Nurhaida mengatakan, perekonomian global saat ini sedang tertekan, di sisi lain, Indonesia saat ini gencar melakukan pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi keseluruhan. Karena itu, dengan adanya perusahaan dengan tata kelola yang baik, dapat menjadi pembiaya pembangunan yang memang dibutuhkan.

Adapun 11 kategori pemenang dalam ARA 2015 yang diurutkan dari juara satu sampai tiga sebagai berikut: Kategori BUMN Keuangan Listed juara 1. PT Bank Tabungan Negara TBK, juara 2. PT Bank Negara Indonesia TBK dan juara 3. PT Sarana Multigriya Finansial TBK Untuk kategori BUMD Listed juara 1. PT BPD Jawa Timur, juara 2. PT BPD Jawa Barat dan Banten dan juara 3. PT BPD Jawa Tengah.

Untuk kategori BUMN Non-keuangan Listed juara PT Jasa Marga, juara 2. PT Pupuk Indonesia, juara 3. PT Pembangunan Perumahan. Untuk kategori BUMN Keuangan Non-listed juara 1. PT Asuransi Jasa Indonesia, juara 2. PT Taspen, juara 3. PT Jasa Raharja. Untuk kategori BUMN Non Keuangan Non-Listed juara 1. PT Sarinah jura 2. PT Bio Farma dan juara 3. PT Angkasa Pura I.

Untuk kategori Private Keuangan Listed juara 1. PT Bank Nusantara Parahyangan, juara 2. PT Adira Dinamika Multifinance juara 3. PT Bank Sinarmas. Kategori Private Non-Keuangan Listed juara 1. PT ABM Investama, juara 2. PT Elnusa, juara 3. PT AKR Corporindo. Untuk kategori Private Keuangan Non-listed juara 1. PT Bank Syariah Mandiri, juara 2. PT Mandiri Sekuritas dan juara. 3. PT Bank Sahabat Sampoerna.

Untuk Kategori Private Non-keuangan Non-listed juara 1. PT GMF Aeroasia, juara. 2. PT Pertamina Drilling Services Indonesia Dan juara 3. PT Pupuk Kaltim. Untuk kategori BUMD Non-listed juara 1. PT BPD Sumsel Babel, juara 2. PT Indo Pusaka Berau, juara 3. PT BPD Kalsel. Untuk kategori Dana Pensiun juara 1. Dana Pensiun Telkom, juara 2. Dana Pensiun Bank Mandiri dan juara 3. Dana Pensiun BRI.

Sedangkan kategori Bank Perkreditan Rakyat diberikan penghargaan kepada BPR BKK Karangmalang, BPR Bank Daerah Karanganyar BPR SukabumI, BPR Bank Solo. BPR Intan Jabar, BPR Saraswati Ekabumi, BPR Sri Artha Lestari, BPR Sukawati Pancakanti, dan BPR Supra Arsapersada.
(Kartika Runiasari/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *