Kemarau Basah, Produksi Padi Meningkat

by
foto: ISTIMEWA

foto: ISTIMEWA

CILACAP,kecirit.com – Terjadinya kemarau basah yang ditandai curah hujan menjadi berkah bagi para petani yang tetap menanam padi pada masa tanam ketiga (MT3) di Kecamatan Karangpucung, Cilacap. Produksi padi di wilayah itu meningkat, ketika dibandingkan MT3 tahun sebelumnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Karangpucung, Darsim mengatakan, sawah yang ditanami padi pada MT3 tahun ini mencapai 1.231 hektare, dari 1.728 hektare sawah yang ada di wilayah itu. Berdasarkan contoh hasil panen di sejumlah wilayah, rata-rata produksinya berkisar 6,4 ton per hektare.

”Untuk musim panen saat ini, di wilayah kerja kami masih berlangsung. Untuk sampel hasil panennya, berkisar 6,4 ton per hektare,” kata Darsim, dikonfirmasi Sabtu (29/10).

Hasil produksi itu meningkat ketika dibandingkan dengan MT3 tahun lalu. Sebab pada saat itu, rata-rata hasil produksi padi 6,1 ton per hektare. ”MT3 tahun lalu terjadi kemarau panjang, sehingga sejumlah tanaman padi terkendala pengairan. Sebab di wilayah kerja kami masih banyak sawah tadah hujan,” kata dia.

Sementara karena tahun ini terjadinya kemarau basah, kebutuhan pengairan sawah menjadi tercukupi. Oleh karena itu, hasil produksinya
bisa meningkat.

Diakui olehnya, bahwa sepanjang masa tanam itu tidak lepas dari serangan hama seperti blas. Namun demikian, kegiatan perawatan dan pengobatan rutin dilakukan, sehingga potensi kerusakan tanaman bisa terkurangi.

(Teguh Hidayat Akbar/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *