Keluarga dan Masyarakat Kunci Penyembuhan Gangguan Kejiwaan

by

SOLO – Keluarga dan masyarakat menjadi kunci penting terhadap keberhasilan terapi pada penderita gangguan kejiwaan. Jika keluarga dan masyarakat abai, terapi yang sudah dijalani penderita saat menjalani pengobatan di rumah sakit kejiwaan akan gagal, dan penderita tak akan kunjung sembuh. Hal itu disampaikan Kepala Instalasi Kesehatan Kejiwaan Masyarakat Rumah Sakit Kejiwaan Daerah (RSJD) dr Arif Zainudin Surakarta, dr Maria Rini Indriati SPKj, belum lama ini.

”Sering sekali, karena berbagai hal, seperti kesibukan atau keterbatasan pengetahuan, malu, jenuh dan sebagainya, terapi yang sudah ditata di rumah sakit, baik terapi obat maupun melalui berbagai kegiatan, tidak bisa dilakukan di rumah saat pasien sudah kembali pulang,” katanya.

Tak jarang, pasien yang sudah dinyatakan boleh pulang setelah menjalani rawat inap, kembali masuk ke rumah sakit karena kekejiwaanan kembali terganggu. ”Pengawasan minum obat yang kurang, keluarga tidak peduli, ekspresi emosi yang tinggi di keluarga, bisa memicu penderita menjadi stressor lagi. Akhirnya kembali ke rumah sakit lagi. Padahal ini tidak diharapkan terjadi,” tuturnya. Menurutnya, kerja sama keluarga dan masyarakat dibantu pemerintah dan pihak terkait lain, akan membantu penyembuhan penderita gangguan kejiwaan untuk bisa kembali bermasyarakat dengan baik.

Libatkan Masyarakat

Tidak memberi stigma buruk pada penderita gangguan kejiwaan, juga menjadi salah satu cara agar mereka bisa kembali hidup normal di masyarakat. ”Lingkungan yang menstigma buruk, tidak mau bergaul, tidak mengikutsertakan, tidak mendengarkan apa yang akan disampaikan, bisa menjadi pemicu. Karena itu, kami berupaya mengajak masyarakat untuk sama-sama care terhadap penderita gangguan kejiwaan. Sebab masyarakat menjadi kunci,” jelasnya.

Menurutnya, banyak pasien di RSJD yang memiliki potensi tinggi dan bisa dikembangkan pada kegiatan yang bermanfaat secara ekonomi. Potensi yang dimiliki pasien, bisa dimanfaatkan saat mereka nantinya pulang dari masa perawatan dan kembali ke masyarakat. ”Rangkul mereka untuk memulihkan kepercayaan diri yang hilang. Agar produktivitasnya kembali pulih dan bisa menjalani hidup dengan baik,” imbuhnya. (H44-26)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *