Kekerasan Guru pada Siswa Diminta Tak Terjadi Lagi

by

BUKATEJA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purbalingga Tongging Banjar Nahor mewanti-wanti kepada seluruh guru agar kasus kekerasan yang dilakukan guru kepada siswa jangan sampai terulang lagi. Hal itu ia sampaikan saat Penerangan Hukum Program Pembinaan Taat Hukum Kejari Purbalingga di SMP2 Bukateja, Jumat (30/9).

’’Baru-baru ini dunia pendidikan Purbalingga ada noda, seorang guru divonis delapan bulan pejara karena terbukti melakukan tindak kekerasan ke siswanya. Jangan sampai hal ini terjadi lagi di Purbalingga. Karena itu, mari kita sama-sama belajar hukum agar guru dan siswa terlindungi,’’katanya.

Dalam kesempatan itu, Kajari menerangkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Menurutnya, dari hasil dialog dengan para guru, ternyata belum semua mengetahui tentang undang-undang tersebut.

’’Perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh siapapun terhadap anak adalah tindak pidana. Artinya siapapun, termasuk guru tidak akan dilindungi oleh ketentuan yang berlaku, sehingga apabila terjadi permasalahan agar difungsikan guru bimbingan konseling,’’ katanya menjawab pertanyaan dari salah satu guru terkait perlindungan bagi guru.

Sosialisasi ini diharapkan agar guru mampu mengatasi permasalahan yang sering timbul di sekolah dalam proses mengajar, terutama pada siswa yang dinilai nakal. Sehingga akan terhindar perbuatan kekerasan terhadap para siswa dan pada akhirnya dapat membentuk karakter siswa selaku generasi bangsa yang disiplin dan taat kepada aturan yang berlaku.

Kepala SMP 2 Bukateja, Santoso mengatakan, dengan kegiatan tersebut, pihaknya selaku guru merasa lebih paham dalam penanganan terhadap siswa yang dinilai nakal. Sehingga tindak kekerasan terhadap siswa yang dilakukan guru bisa diantisipasi. (H82-87)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *