Kaloran Dilanda Tanah Longsor

by
GARIS POLISI: Jalan Raya Kaloran-Semarang yang amblas diberi garis polisi agar pengendara waspada, Senin (3/10).(kecirit.com/Raditia Yoni Ariya)

GARIS POLISI: Jalan Raya Kaloran-Semarang yang amblas diberi garis polisi agar pengendara waspada, Senin (3/10).(kecirit.com/Raditia Yoni Ariya)

TEMANGGUNG, kecirit.com – Hujan deras yang terjadi sepanjang hari pada Minggu (2/10), mengakibatkan tanah longsor pada beberapa titik di Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Kendati tak ada korban jiwa, namun kejadian ini membuat kerusakan sejumlah rumah penduduk dan amblasnya Jalan Raya penghubung Temanggung-Semarang.

Camat Kaloran Supriyanto mengatakan, tanah longsor itu terjadi di tiga desa Kecamatan Kaloran, yakni Desa Kaloran, Desa Kalimanggis, dan Desa Tlogowungu. Desa-desa itu secara geografis memang terletak di daerah perbukitan. Sehingga rawan terjadi longsor.

“Wilayah Kaloran memang tanahnya labil sehingga rawan longsor. Untuk bencana longsor kali ini dipicu oleh hujan lebat yang turun terus menerus selama sekitar enam jam pada Minggu (2/10), dari siang hingga malam hari. Jadi sandaran tebing tidak mampu menahan derasnya air hujan. Sehingga menyebabkan sandaran bahu jalan serta tebing menjadi longsor,” ujarnya Senin (3/10).

Disebutkan, wilayah yang didera longsor itu antara lain, di Dusun Tiyono Desa Kaloran longsor mengakibatkan rumah milik Sodikin dan rumah Jiyanto mengalami kerusakan. Di Dusun Kalidadap, Desa Tlogowungu, longsor mengakibatkan rumah Sutrisno dan Somat rusak ringan.

Di Dusun Lamuk, Desa Kalimanggis longsor mengakibatkan rumah Sukarmin rusak ringan, rumah Bejo Sutanto, Sukati rusak sedang. Kerusakan ringan juga menimpa rumah milik Hariyati, Heri Ismiyanto, Marno Tugimin, Karjo, dan rumah milik Kismun.

Selain merusakan rumah warga, dampak longsor juga terjadi pada ruas Jalan Raya Kaloran-Sumowono-Semarang. Bahu jalan yang amblas tepatnya di depan Wihara Lamuk sedalam kurang lebih tiga meter dan sebagian badan jalan retak-retak. Untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebagian badan jalan tersebut dipasangi garis pembatas polisi.

Menurut Supriyanto, di wilayah Kecamatan Kaloran ada 15 desa dan lima diantaranya merupakan daerah rawan bencana tanah longsor. Yakni Desa Tempuran, Gandon, Kaloran, Kalimanggis, dan Tlogowungu. Warga berharap segera ada penanganan cepat dari pihak terkait, termasuk perbaikan jalan raya penghubung Temanggung-Semarang yang amblas.

Hingga Senin (3/10), siang sejumlah warga dibantu anggota TNI, Polri, melakukan kerjabakti membersihkan sisa tanah longsor beserta material bangunan. Selain itu, ada perbaikan sementara seperti memasang genteng yang melorot.
(Raditia Yoni Ariya/CN40/SM Network)