Kadin Jateng Sinergikan Dunia Usaha dengan Polda Jateng

by
Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono menyerahkan cinderamata kepada Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono seusai melakukan sinergitas dunia usaha dengan kepolisian di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (29/9). (kecirit.com/Cun Cahya)

Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono menyerahkan cinderamata kepada Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono seusai melakukan sinergitas dunia usaha dengan kepolisian di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (29/9). (kecirit.com/Cun Cahya)

SEMARANG, kecirit.com – Untuk menciptakan iklim dunia usaha yang aman, kondusif dan berkembang, Kadin Jawa Tengah melakukan sinergitas dengan Polda Jawa Tengah. Sinergitas yang dilakukan dengan forum dialog ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono bersama Ketua Kadin se-Jawa Tengah serta para asosiasi pengusaha, dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono beserta seluruh Kasatwil, di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (29/9).

Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan rasa aman sangat dibutuhkan dalam iklim ekonomi karena dengan rasa aman dalam melaksanakan kegiatan usaha akan berdampak kepada kemajuan. “Yang dibutuhkan pelaku usaha satu rasa aman dan setelah ada satu sinergi dengan pihak kepolisian bisa melakukan usaha yang maksimal, bila pengusaha itu maju sudah pasti perekonomian akan lancar dan berdampak kepada rakyat yang sejahtera,” katanya.

Kukrit menjelaskan di Jawa Tengah merupakan tempatnya industri-Industri besar di Indonesia seperti industri tekstil, jamu, percetakan, karoseri dan masih banyak lagi sehingga dengan sinergitas dunia usaha dan kepolisian diharapkan pengusaha bisa berkembang lebih maju investasi lebih besar dan bisa menyerap banyak tenaga kerja sehingga masyarakat Jawa Tengah mempunyai daya beli dan sejahtera. “Kami sampaikan rasa apresiasi kepada bapak Kapolda atas sinergi ini dan kedepan bisa memberikan yang maksimal,” ucapnya.

Irjen Pol Condro Kirono menambahkan iklim usaha di Jawa Tengah itu perlu didorong lebih maju karena kemajuan tersebut untuk mensejahterakan masyarakat sehingga mengurangi kemiskinan, jika kemiskinan berkurang berdampak kepada keamanan yang lebih kondusif. “keamanan dan kesejahteraan itu dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, kita sebagai anggota polri beserta jajaran tentunya bertanggung jawab keamanan dan bapak-bapak ibu-ibu (pengusaha, red) memajukan kesejahteraan dan untuk bisa mewujudkan kesejahteraan kita membutuhkan jaminan hukum dan jaminan keamanan,” tuturnya.

Polisi pun nantinya akan membentuk seperti satuan tugas untuk berkomunikasi dengan para pengusaha terkait permasalahan yang dihadapi dilapangan. “Kalau ada satuan ini bisa memantau dan harus dikomunikasikan,” imbuhnya.

Kepolisan pun juga membuka akses dan kemuadahan bagi masyarakat untuk bisa langsung berkomunikasi terkait dengan aduan ataupun hal-hal yang menganggu kenyamanan dengan aplikasi panic button yang dapat membantu masyarakat dalam keadaan darurat. Dengan aplikasi Panic Button dari Polri tersebut masyarakat dapat melaporkan tindakan kejahatan secara cepat dan praktis.

Selain itu juga ada e-complaint yang merupakan layanan laporan kepada polisi dalam rangka transparansi tugas kepolisian. Selain melaporkan pelanggaran polisi, e-complaint sendiri memberikan ruang terkait informasi penting yang terjadi. “Intinya kalau ada persoalan langsung turun tangan kita akan memasilitasi dunia usaha dan tidak mencari-cari kesalahan,” tandasnya. (Cun Cahya/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *