KA Wisata Ambarawa – Bedono Siap Layani Wisatawan

by
MELINTAS PELAN: Lokomotif uap B2503 menarik dua gerbong kayu berisi rombongan PT KAI dan Forkompinda Kabupaten Semarang melintas pelan di Desa Jambu, Kamis (27/10) siang.(kecirit.com/Ranin Agung)

MELINTAS PELAN: Lokomotif uap B2503 menarik dua gerbong kayu berisi rombongan PT KAI dan Forkompinda Kabupaten Semarang melintas pelan di Desa Jambu, Kamis (27/10) siang.(kecirit.com/Ranin Agung)

AMBARAWA, kecirit.com – Setelah sempat ditutup sementara untuk keperluan pembenahan, jalur rel KA Wisata dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten semarang, Kamis (27/10) siang, resmi dibuka lagi. Untuk diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang memang mengoperasionalkan dua buah lokomotif uap yang usianya sekitar 114 tahun. Dua loko uap berbahan bakar kayu bakar yang dimaksud adalah B2502 dan B2503.

Menurut Direktur Komersial PT KAI, M Kuncoro, bahwa loko uap B2503 yang sedianya disiapkan untuk menarik dua gerbong berkapasitas 80 orang itu, termasuk unik. Ia berharap, dengan dioperasionalkan kembali jalur rel bergerigi tersebut, nantinya bisa menyedot minat wisatawan manca maupun domestik, berkunjung ke Stasiun sekaligus Museum KA Ambarawa.

“Keunikan lokomotif uap serta perjalanan menuju Stasiun Bedono dari Stasiun Ambarawa dapat dinikmati kembali. Untuk menikmatinya, kereta wisata jalur Ambarawa-Bedono PP dibanderol biaya Rp 15 juta. Harga tadi disesuaikan dengan biaya operasional,” kata Kuncoro.

Acara yang dikemas sederhana tadi, dihadiri oleh perwakilan dari PT KAI DAOP 4. Gubernur Jateng, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo. Rombongan pejabat, didampingi oleh Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso, dan anggota Forkompinda Kabupaten Semarang.

Sebelum menempuh perjalanan lebih kurang dua jam, terlebih dahulu bagian depan loko disiram air kendi sebagai tanda mulai dioperasionalkannya kembali jalur Stasiun Ambarawa-Stasiun Bedono.

Bila melihat sejarahnya, Manager Humas PT KAI Daop 4, Edy Kuswoyo menuturkan, jalur kereta api uap Ambarawa-Bedono yang memiliki jarak tempuh sekitar 10 kilometer itu dulunya dikenal dengan jalur rempah dan hasil bumi. Beberapa sumber menyebutkan, salah satu perusahaan kereta api di Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij mulai mengoperasikan jalur yang dikenal sejuk itu sejak 1 Febuari 1905.

Jalur KA bergerigi pada bagian tengahnya, hanya ada di Indonesia, India, dan Swiss. Di Indonesia, rel kereta bergerigi berada di rute Ambarawa-Bedono dan Padang Panjang, Sumatera Barat.“KA wisata khusus ini bisa melaju dengan kecepatan 20 km/jam. Sebelum melintasi jalur tanjakan okomotif uap harus pindah posisi sebagai pendorong,” tuturnya.
(Ranin Agung/CN40/SM Network)

loading...