Jembatan Tua Jadi Ikon Wilayah

by

DI negara-negara maju di Eropa, Amerika dan Asia, penanda wilayah atau daerah, tak hanya menggunakan batas alam (sungai, gunung) tapi ada juga yang menggunakan bangunan bersejarah, seperti jembatan. Adapun di Tanah Air nampaknya budaya itu perlu diadopsi dengan menata batas alam atau bangunan fisik yang sudah tidak terpakai, agar lebih menarik untuk dijadikan ikon.

Adapun di wilayah Ngemplak Boyolali, ada sebuah jembatan yang bakal melegenda bila difungsikan sebagai monumen, sekaligus tapal batas. Jembatan tersebut adalah jembatan tua yang terletak di Jalan Raya Ngemplak, Sawahan, Ngemplak, Boyolali. Jembatan dengan kerangka besi kokoh, meski berkarat dengan struktur dan model bangunan, dan panjang lebarnya jembatan kuna amat representatif bila dijadikan ikon. Jembatan sepanjang 15 meteran lebar empat meter ini sudah tidak digunakan lagi untuk mendukung mobilitas masyarakat. Pemerintah sudah menggantinya dengan membangun jembatan baru yang modern, kokoh, dan tahan lama. ”Alangkah baiknya bila jembatan ini dicat ulang, dibentuk lebih artisitik lagi dan dijadikan ikon kota,” tutur Warsito, warga Demangan, Sambi, Boyolali, kemarin.

Pria yang sudah melanglang buana ke beberapa negara ini menuturkan, sejumlah negara memang memanfaatkan properti peninggalan nenek moyang untuk penanda kota. Saatnya daerah pedesaan sekalipun juga memberlakukan hal demikian. Apalagi jembatan tua di sebelah pasar tradisional Sawahan, Ngemplak itu buatan Kolonial Belanda. ”Kalau tidak ada bangunan yang artistik memang dibangun, bangunan baru. Tapi kalau ada bangunan lama, kenapa tidak dirias dan dihias agar indah,” katanya.

Pemeliharaan Jembatan

Pengajar di sebuah sekolah menengah kejuruan itu berharap, Pemkab Boyolali mempertahankan jembatan kuno di Sawahan, Ngemplak di tengah perkembangan kawasan di Boyolali bagian timur. Pada bagian lain, Kepala DPU dan ESDM Kabupaten Boyolal, M Qodri mengatakan, setiap tahun, pemerintah daerah menganggarkan dana belasan miliar rupiah untuk perbaikan dan pembangunan jembatan.

Saat ini salah satu fokus pemeliharaan jembatan ada di kawasan sekitar Bandara Internasional Adi Seomarmo Solo di Boyolali. ”Plus perbaikan jalan (jembatan-red) sekitar Rp 15 miliar,” katanya.

Menurutnya, sarana dan prasarana transportasi di sekitar Bandara Udara (Bandara) Adi Soemarmo Solo yang terletak di Kecamatan Ngemplak setahap demi setahap mulai diperbaiki dengan anggaran dari pemerintah tingkat satu dan dua, bahkan dari APBN. (Budi Sarmun)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *