Jembatan Penyeberangan Orang UNS Dibongkar

by
DIBONGKAR: Pekerja melepas kayu pada anak tangga jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Ir Sutami, tak jauh dari boulevard kampus UNS, Rabu (26/10).(kecirit.com/Yusuf Gunawan)

DIBONGKAR: Pekerja melepas kayu pada anak tangga jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Ir Sutami, tak jauh dari boulevard kampus UNS, Rabu (26/10).(kecirit.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, kecirit.com – Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Ir Sutami, tak jauh dari boulevard kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), dibongkar. Pembongkaran dilakukan mulai Rabu (26/10).

Jembatan tersebut dibongkar, karena kondisinya sudah tidak layak untuk aktivitas penyeberangan. Kayu pada lantai anak tangga dan badan jembatan banyak yang keropos. Beberapa tiang penyangga jembatan pun miring dan keropos.

Sejak beberapa waktu, jembatan tersebut dipasangi tulisan “Maaf Sedang Direnovasi”, agar tidak digunakan untuk menyeberang. Meskipun pascapemasangan tulisan tersebut, tidak pernah terlihat aktivitas perbaikan.

Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja mulai mencopoti lantai kayu pada anak tangga. Dengan las, pekerja melepas tepian kayu yang menyatu dengan rangka besi. Sesekali, pekerjaan berhenti karena mereka harus mengepras ranting pohon yang menjulur.

Bambang, pemborong pembongkaran JPO menjelaskan, pembongkaran akan dilakukan bertahap. “Bagian lantai pada anak tangga dilepas dulu. Besi-besi penghalang diambil. Baru nanti ke bagian badan jembatan,” katanya.

Menurutnya, kendala dalam pembongkaran tersebut adalah lalu lintas yang ramai di siang hari. Sehingga pekerja tidak bisa sembarangan membongkar, karena dikhawatirkan ada benda-benda yang terjatuh dan mengenai pengguna jalan yang melintas.

Rio Ambanu, salah satu pekerja mengatakan, ada 24 baut pengikat badan jembatan yang harus dicopot, agar badan jembatan bisa diangkat dengan crane.

“Tapi itu terakhir, setelah bagian anak tangga dan besi-besinya dilepas semua. Untuk pekerjaan yang berisiko terhadap pengguna jalan, akan dikerjakan malam hari,” imbuhnya.

Kepala Dishubkominfo Yosca Herman Soedradjad mengatakan, JPO tersebut dibangun tahun 1986. “Dulu milik Pemkot Surakarta, terus diminta UNS, lalu diserahkan lagi ke Pemkot,” katanya.

Jembatan tersebut sudah jarang dipakai, karena kondisinya yang kurang layak. “Karena membahayakan orang, Pak Wali (Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, red) beberapa hari lalu memerintahkan untuk dibongkar. Akhirnya kami bongkar,” imbuhnya.
(Irfan Salafudin/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *