Jalur Pintu Keluar Tol Banyudono Jadi Jalan Pintas

by

BOYOLALI – Pintu keluar jalan tol Salatiga-Boyolali yang tembus ke Jalan Solo-Boyolali masih aktif digunakan warga untuk melintas. Mulai dari kendaraan roda empat, roda dua dan sepeda, jalur ini ternyata bisa memangkas jarak warga menuju Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono atau Desa Ngasem, Colomadu Karanganyar.

Aktivitas ini bisa terlihat dari jalur utama Solo-Boyolali tepatnya di depan Jembatan Timbang Banyudono, Boyolali. Dari pengamatan di lapangan pada Kamis (27/10), sejumlah kendaraan roda empat dan sepeda motor dengan leluasa melenggang di ruas tol yang masih terdiri atas urugan tanah liat dan sebagian cor beton.

Padahal jalur ini hanya berjarak sekitar satu kilometer hingga bangunan overpass. Menurut penuturan warga Denggungan, Maryadi, areal yang digunakan untuk jalur keluar tol memang menjadi sering dilalui warga selama 24 jam. ”Nyaman dan memperpendek jalur, jadi yang punya mobil atau kendaraan sering lewat jalur itu,” katanya, kemarin.

Warga lain, Sahudi mengatakan, banyak anak-anak yang bermainmain di areal tol pada pagi dan sore. Terkadang ada juga yang berolahraga mencari keringat. ”Siang begini sepi, tapi saat pagi dan sore ramai,” imbuhnya.

Di Kecamatan Banyudono ada Desa Denggungan dan Jembungan dua dari sekitar 10 desa yang dilalui proyek tol Salatiga-Boyolali- Solo, dan Boyolali-Solo-Sragen. Khusus di wilayah Boyolali bagian timur desa ruas tol yang dibangun mencapai sekitar 14,3 km. Wilayah terbanyak diterjang proyek tol adalah di Kecamatan Ngemplak karena menggunakan 1.789 bidang tanah dengan luas total 1.025 hektare. Di dua wilayah itu nyaris tidak muncul penolakan serius warga atas proyek jalan tol. Sehingga pembangunan proyek berjalan sesuai dengan jadwalnya. (J5-68)

loading...