Jalur Perbatasan Timur Dikepung Banjir

by

KLATEN – Jalur utama di wilayah perbatasan sisi timur dikepung banjir luapan anak sungai dan lahan pertanian. Jalur lintas timur penghubung ke arah Kabupaten Klaten-Sukoharjo itu sempat putus.

Kepala Dusun II Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring, Jumarno mengatakan jalur lintas timur di desanya sempat tidak bisa dilalui kendaraan sampai pagi. ‘’ Air setinggi hampir satu meter meluap ke jalan raya,’’jelasnya, Rabu (28/9).

Dikatakannya, jalur di Dusun Mogok, Desa Tanjung terendam sejak dini hari usai hujan deras yang turun mulai pukul 21.00. Air limpahan anak Sungai Bagor ditambah luapan air di sawah menggenang di badan jalan. Kendaraan yang nekat macet dan warga yang takut macet memilih balik arah. Air baru surut pada Rabu (28/9) pukul 07.00 dan bisa dilalui kendaraan kembali. Selain di Dusun Mogok, air luapan anak-anak sungai juga menggenang di simpang tiga Pasar Tanjung dan Desa Tlogorandu. Air tidak hanya merendam jalan tetapi masuk ke permukiman di 15 rumah di desanya.

Dampak rendaman air itu menyebabkan warga tidak bisa beraktivitas normal. Sawah sekitar empat hektare berubah menjadi seperti lautan. Padahal jalur itu merupakan jalur utama mobilitas warga ke arah Solo dan Sukoharjo. Jalur itu juga merupakan jalur ekonomi pokok di sisi timur.

Penyebab luapan itu menurutnya tidak hanya hujan yang berlangsung selama empat jam tetapi banyak pendangkalan anak sungai.

Minta Waspada

Padahal, lanjut Jumarno, anak-anak sungai itu masuk ke Sungai Bengawan Solo. Selain di Desa Tanjung, air juga merendam jalan Desa Taji, Kingkang dan Serenan. Poniman, warga Desa Sidowarno, Kecamatan Juwiring mengatakan jalur Desa Sidowarno ke arah Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo terendam 50 cm. Kendaraan tidak bisa melintas di pagi hari. ‘’Air di alur Sungai Bengawan Solo juga naik,’’ katanya.

Di Kecamatan Karangdowo, beberapa anak sungai mulai meluap ke lahan dan jalan. Kades Sentono, Kecamatan Karangdowo, Mulyono mengatakan air sungai mulai masuk pekarangan dan lahan pukul 20.30. Namun demikian Jl Raya Pedan-Karangdowo belum terendam.

Apabila hujan kembali turun dikhawatirkan akan semakin parah. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Klaten, Bambang Giyanto, BPBD sudah meminta semua wilayah rawan banjir dan longsor waspada sebab hujan naik intensitasnya. Diperkirakan sampai bulan November hujan masih turun. BPBD sudah menyiapkan logistik bantuan dan tim reaksi cepat (TRC) sebagai antisipasi patroli. TRC sudah menggelar latihan penanganan bencana air sejak bulan lalu guna kesiapan personel. (H34-50)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *