Jadi Sorotan, DPRD Brebes Siap Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Pemotongan KIP

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

BREBES, kecirit.com – Kasus dugaan pemotongan terhadap bantuan dana program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang ditemukan di sejumlah sekolah di Kabupaten Brebes menjadi sorotan DPRD Brebes. Bahkan, lembaga wakil rakyat itu siap menindaklanjuti temuan tersebut dan diusut hingga tuntas.

Ketua Komisi IV Imam Royani sangat menyayangkan terjadinya dugaan pemotongan dana KIP di tingkat sekolah dasar tersebut. Untuk itu, pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan mengumpulkan data dan melakukan croscek kebenaran temuan tersebut.

“Kami akan segera pelajari dan meminta data atas temuan ini. Kalau memang benar adanya, seluruh instansi terkait mulai dari Dinas Pendidikan, UPTD hingga kepala sekolah akan kami panggil,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, jika itu memang terjadi jelas telah menyalahi aturan. Menginggat, bantuan dana KIP dari pemerintah pusat itu diperuntukan langsung bagi siswa. Tujuannya, untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah biaya pendidikan. “Ini jelas tidak dibenarkan. Bantuan harus diterima utuh oleh siswa,” sambungnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Brebes, Pamor Wicaksono mengatakan, program pemerintah pusat yang dicanangkan Presiden Jokowi itu harus dilaksankan sebaik-baiknya oleh semua instusi hingga tingkatan paling bawah. “Kita tahu di dalam regulasi jelas, jika bantuan dana untuk meningkatkan dunia pendidikan di Indonesia itu sekolah dilarang melakukan pemotongan dengan dalih apapun,” tegas politisi muda dari Fraksi Partai Golkar DPRD Brebes tersebut.

Ia juga menyayangkan, jika tindakan pemotongan itu sampai dilakukan sekolah. “Lah, kalau seperti itu dilakukan, bagaimana dunia pendidikan kita mau maju. Kalau memang itu benar ada pemotongan bantuan dana KIP, pihak sekolah harus mengembalikannya. Tapi, sanksi ya tetap harus berjalan. Ini karena berbicara hukum. Dinas Pendikan, dalam hal ini juga harus super tegas untuk menindaklanjuti persolan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus dugaan pungli sejatinya tidak hanya terjadi di dunai pendidikan saja. Namun demikian, pihaknya tidak bisa memukul rata meskipun mengetahui adanya informasi kasus dugaan pemotongan dana KIP tersebut.

“Kami juga tidak menutup masih adanya kasus dugaan pungli lainnya. Tapi, kami harus fokus terlebih dulu dengan kasus dugaan pemotongan terhadap dana KIP ini agar dituntaskan. Kalau kita serius menanganinya, supaya nanti ada efek jera,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bantuan dana program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diterima siswa SD di Kabupaten Brebes, diduga dipotong pihak sekolah. Pemotongan dana bagi bantuan operasional siswa itu, besarnya bervariasi antara Rp 25.000 – Rp 50.000/ anak.

Praktik pemotongan dana KIP tersebut, terungkap dari temuan lembaga Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kabupaten Brebes, yang menerima pengaduan sejumlah orang tua siswa dari beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes, kemarin.

(Bayu Setiawan/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...