Izin Tak Turun, PSIM Gagal Gelar Pertandingan

by
Foto: kecirit.com / Gading Persada

Foto: kecirit.com / Gading Persada

YOGYAKARTA, kecirit.com – Nasib sial dialami PSIM Yogyakarta pada Indonesia Soccer Championship (ISC) B di babak 16 besar. Alih-alih menggelar pertandingan perdana putaran kedua, Laskar Mataram harus dihadapkan ketika Sabtu (29/10) dipastikan tidak bisa menggelar pertandingan kala menjamu Perssu Super Madura.

Dua kali izin dari kepolisian yang tidak keluar membuat PSIM tak bisa menggelar pertandingan. “Benar kami batal bertanding besok. Polres Sleman tidak memberikan rekomendasi laga digelar di Stadion AAU,” tutur Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru pada wartawan, Jumat (28/10).

Sejatinya, ungkap Agung, PSIM sudah mendapatkan izin dari pihak Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta untuk memakai Stadion Sasana Krida AAU sebagai lokasi pertandingan. Stadion AAU dipilih setelah sebelumnya PSIM gagal mengantongi izin dari Polres Bantul untuk memakai Stadion Sultan Agung.

“Sebenarnya AAU memberikan lampu hijau, tapi mereka meminta kami mendapatkan rekomendasi dahulu dari Polres Sleman. Setelah kami cari rekomendasi itu, tetap saja Polres Sleman tidak memberikannya. Alasannya, polisi takut terjadi efek lain dengan kemungkinan masuknya suporter PSIM ke wilayah Sleman. Jadi bisa kami pastikan besok tak ada pertandingan,” papar Agung Damar.

Atas kondisi itu, manajemen sebut Agung Damar, langsung gerak cepat dengan mengirim surat pemberitahuan ke operator turnamen PT Gelora Trisula Semesta (GTS). Niatnya adalah berusaha agar PSIM tidak terkena sanksi kalah WO karena dianggap tidak bisa menggelar pertandingan serta meminta pengunduran jadwal pertandingan.

“Semalam sudah kami kirim via email ke PT GTS memberitahu kalau laga dipindah ke Stadion AAU. Tapi sore ini kami kirim lagi pemberitahuan kalau laga besok di Stadion AAU juga tidak bisa digelar karena polisi tidak mengeluarkan izin. Kami ceritakan selengkap-lengkapnya kronologis yang terjadi,” tutur dia.

Adapun pelatih PSIM Erwan Endarwanto mengaku pasrah dengan keadaan tersebut. “Mau bagaimana lagi kondisinya seperti ini. Kalau rugi ya jelas dirugikan karena anak-anak dengan belum jelasnya pertandingan digelar di Bantul saja kondisi psikologis mereka sudah terganggu,” tandas Erwan.

(Gading Persada / CN26)