Isu Penculikan Anak, Warga Antar Jemput Anak ke Sekolah | kecirit.com

by

Picture

PT kecirit.com BERJANGKA – Warga di Kota Tanjungbalai dihantui maraknya isu penculikan anak yg dilakukan komplotan orang yg berpura-pura sbg pengemis mau pun berakting spt orang kurang waras.

Rahayu, warga Jalan Anwar Idris, Tanjungbalai, mengaku resah & takut anaknya menjadi korban penculikan untuk diambil organ tubuhnya oleh komplotan penculik anak.

“Takut & khawatir anak saya jadi korban penculikan, sebelum terjadi lebih baik mewaspadai isu penculikan yg banyak terjadi diluar daerah,” katanya.

Ibu rumah tangga itu mengetahui maraknya isu penculikan anak tersebut dari postingan & pesan berantai di media sosial.

“Terlepas benar tidaknya postingan & pesan berantai itu, demi keamanan lebih baik saya antar & jemput anak saya ke sekolah,” ujarnya ditemui di salah satu SD di Kota Tanjungbalai.

Warga lainnya, Endang, jg mengaku tidak tenang berada di rumah di saat puterinya berada di sekolah, apalagi ketika jam sekolah sudah berakhir.

“Biasanya untuk pergi & pulang sekolah, anak saya naik becak langganan, namun demi keamanan mulai hari ini lebih baik saya antar & jemput sendiri,” ujar warga Kampung Baru Tanjungbalai itu.

Warga Kelurahan Tanjungbalai Kota-III, Kecamatan Tanjungbalai Utara, pada Minggu 19 Maret 2017 sekitar pukul 18.30 WIB menangkap seorang wanita yg sedang membagi-bagikan permen kepada sejumlah anak-anak.

Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai AKP Y. Sinulingga mengatakan, pemeriksaan sementara, wanita yg ditangkap warga adalah Siti Azami (32) warga Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

Baca Juga : Lepas Bra di Kolam Renang, Nikita Mirzani Merasa Damai | PT kecirit.com Berjangka

Picture

“Hasil pemeriksaan sementara, dia (Siti Azami) diduga mengalami gangguan kejiwaan atau stres, karena setiap ditanya jawabannya selalu ngelantur, tatapannya terkesan hampa, & spt orang depresi berat,” katanya.

Isu penculikan anak ini marak di berbagai daerah.

Korban amukan massa seiring isu ini jg sudah berjatuhan.

Korban biasanya para penderita gangguan jiwa.

Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat untuk tidak termakan informasi hoax melalui media sosial tentang penculikan anak yg dlm beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan.

“Kalau memang ada hal yg mencurigakan, silahkan lapor ke kita,” kata Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Pada Sabtu, 18 Maret 2017, seorang gelandangan harus menghembuskan nafas terakhirnya setelah diamuk massa oleh sekitar 200 orang di Cilegon akibat isu penculikan anak.

“Informasinya korban memang gelandangan,” ujar dia.

(Prz – PT kecirit.com Berjangka)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *