Irwan Hidayat Ajak Santri Jadi Pengusaha

by
Pengusaha jamu Irwan Hidayat, ketiika memberi motivasi para santri di pekan santri di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman. (Foto: kecirit.com/Sugiarto)

Pengusaha jamu Irwan Hidayat, ketiika memberi motivasi para santri di pekan santri di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman. (Foto: kecirit.com/Sugiarto)

YOGYAKARTA, kecirit.com – Pengusaha jamu Indonesia, Irwan Hidayat, mengajak para santri menjadi pengusaha dengan diawali membuka usaha kerajinan atau membuka toko yang bersinergi dengan santri.

Dengan cara demikian, maka usaha yang dilakukan para santri akan laku keras karena sudah punya pasar atau jaringan yang jumlahnya tidak bisa dihitung dengan jari.

”Kalau pingin kaya dan sukses jadilah pengusaha,” kata Irwan Hidayat, CEO Sido Muncul dihadapan santri pada acara talkshow Peran Pondok Pesantren Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Stadion Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kemarin.

Pekan santri dan Final Liga Santri digelar mulai tanggal 26 hingga 30 Oktober 2016 tersebut, berlangsung meriah karena diikuti pengurus PW NU seluruh Indonesia yang menampilkan berbagai kerajinan karya santri didikannya.

Lebih lanjut Irwan Hidayat mengatakan, untuk jadi pengusaha itu gampang, kunci utamanya adalah jujur dan selalu bisa menepati janji. Dengan dua syarat itu, lanjut Irwan Hidayat, akan disenangi distributor maupun rekannya bisnisnya.

Jujur, kata Bos Sido Muncul, baik kepada salesman, distributor apalagi sama konsumen harus bisa jujur dan jangan bohong. ”Sekali bohong pasti akan ditinggal relasi,” katanya.

Oleh karena itu, bagi pengusaha (semua orang) jujur itu sangat penting karena kejujuran itu jalan menuju kesuksesan. Namun banyak yang masih belum tahu, dengan kejujuran akan disukai banyak orang atau konsumen.

”Para santri yang selama ini belajar di pondok pesantren memiliki kejujuran dan kesedehanaan tinggi, sebenarnya semua ini modal bagi santri untuk menjadi pengusaha,” katanya.

Yang tidak kalah penting, harus bisa menepati janji. Misalnya, kalau sudah janji sama seseorang harus ditepati walau tidak suka dengan orang tersebut. ”Kalau sudah janji harus ditepati, jangan sampai janji itu diingkari. Apalagi janji soal uang,” katanya.

Dengan bekal kejujuran dan tidak pernah ingkar janji, maka pengusaha itu akan disukai banyak orang. Dengan disukai banyak orang, maka usaha yang ia jual juga akan turut laku keras.

Apalagi santri yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang, tentu ini pasar yang belum tergarap. ”Saya yakin kalau pasar santri ini, digarap pasti semua akan sejahteran” kata Irwan Hidayat.

Bahkan Pak Irwan, panggilan akrab Irwan Hidayat, menawarkan kepada santri yang ingin menjadi pengepul rempah-rempah ia siap bekerjasama. ”Perlu anda tahu, setiap hari rempah-rempah yang kami butuhkan jamlahnya 60 ton,” katanya.

Jadi, lanjut Irwan Hidayat, kalau ada santri yang ingin jadi pengepul rempah-rempah silahkan nanti disetorkan ke pabrik Sido Muncul. ”Silahkan kalau ada santri yang ingin jadi pengepul rempah-rempah dari petani kemudian disetorkan kepada kami,” jelas dia.

Pak Irwan berharap, lima tahun kedepan sudah ada santri yang jadi pengusaha sukses. ”Saya berharap lima tahun lagi kita ketemu, kalian sudah menjadi pengusaha sukses,” pinta Irwan Hidayat.

(Sugiarto/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *