Intensitas Hujan Kawasan Merapi Makin Tinggi

by
Foto: istimewa

Foto: istimewa

KLATEN, kecirit.com – Intensitas curah hujan semakin meningkat di kawasan puncak Gunung Merapi. Penambang di sepanjang alur terus nekat beroperasi.

Kades Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jemakir mengatakan hujan dalam beberapa hari ini turun semakin lebat di kawasan puncak.

”Hari Selasa hujan sejak siang juga lebat sampai sore,” jelasnya, Kamis (27/10).

Dikatakannya, meski hujan terus semakin lebat, aliran banjir air dan sisa material erupsi Gunung Merapi tahun 2010 belum terlihat. Namun demikian, lokasi sepanjang alur tetap berbahaya bagi penambang.

Sebab selain ancaman banjir material, longsor tebing sungai yang tingginya puluhan meter bisa terjadi sewaktu-waktu sebab tanah semakin labil. Hujan menyebabkan kadar air di tanah tebing meningkat dan jikaretak rawan longsor.

Pemerintah desa sudah tidak kurang mengimbau penambang di lokasi untuk waspada. Jika diminta libur menambang jelas tidak mungkin. Bahkan meski hujan terus turun lebat, jumlah penambang tidak berkurang.

Hujan Selasa siang, kata dia, juga menyebabkan terjadi longsor di talut tanah belakang rumah warga Dusun Karang. Namun tidak ada kerusakan sebab hanya tebing setinggi lima meter di belakang rumah.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Budi Prasetyo mengatakan hujan diprediksi masih akan turun sampai bulan November. Jika disusul dengan musim hujan tahunan maka kerawanan longsor akan meningkat. Warga di lokasi rawan sudah diminta waspada. Baik di perbukitan selatan Kabupaten Klaten maupun di Sungai Woro.

”Di Sungai Woro mayoritas penambang tradisional,” katanya. Persoalan kebutuhan hidup kadang menjadi alasan warga untuk tetap menambang di lokasi.

(Achmad Hussain/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)