Inilah 5 Kisah Tragis Murid Durhaka yang Aniaya Guru Karena Masalah Sepele

by
Inilah 5 Kisah Tragis Murid Durhaka yang Aniaya Guru Karena Masalah Sepele

Guru adalah profesi yang seharusnya dihormati oleh semua orang. Itu karena guru merupakan sebuah pekerjaan yang sangat mulia dan tulus. Buktinya saja ia rela mengajar anak orang lain tanpa mengeluh. Dan terkadang di beberapa tempat, banyak guru yang ikhlas untuk tidak dibayar sepeserpun walaupun ia sudah mengajar bertahun-tahun lamanya. Tapi sayangnya, banyak orang yang menyepelekan guru terutama murid-murid yang diajarnya. BERITA UNIK

Entah kenapa banyak siswa di zaman sekarang yang sangat kurang ajar kepada gurunya. Tingkahnya yang nggak sopan dan berani melakukan hal yang tidak pantas, dianggap urusan sepele. Dengan begitu, mereka membuktikan kalau dirinya itu keren. Seperti beberapa kasus yang ada di Indonesia ini, murid-murid berlaku seenaknya kepada sang guru. TIPS KESEHARIAN

1. Siswa aniaya gurunya sampai meninggal

Kejadian tragis ini berada di Sampang, Madura. Ini berawal ketika murid yang bernama HI tidur di kelas. Akhirnya sang guru yang bernama Budi mencoret wajah HI dengan spidol hitam. Perlakuan mencoret wajah itu dilakukan agar muridnya tersebut bangun dari tidurnya dan mengakui kesalahannya. Tapi apa yang diharapkan Budi salah besar, ia malah dihantam oleh siswanya itu. Mengalami peristiwa yang menyakitkan itu, Budi sebagai guru hanya diam saja. Ia tak mau memperpanjang masalah. Berbeda dengan HI yang masih menyimpan dendam di hatinya, ia menunggu gurunya tersebut di pinggir jalan dekat sekolah. INFO SPECIAL



Ketika Budi keluar dari sekolah, HI menganiaya sang guru habis-habisan. Tapi anehnya, sang pengajar tersebut tetap tak melawan. Setelah kejadian naas itu, Budi berjalan ke rumah walaupun kondisinya sedang tak baik. Sampai di tempat tinggalnya, guru itu pingsan dan dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Dokter pun mengatakan kalau Budi mengalami mati batang otak dan semua organ di dalam tubuhnya tak berfungsi. Tak lama, guru sabar itupun meninggal dunia. Apa coba yang dipikirin sama HI, sampai hati menganiaya gurunya sendiri hingga meninggal!

2. Tega bacok guru karena kesal sering dimarahi

Memang ada-ada saja kelakuan remaja labil sekarang ini. Seperti kisah yang terjadi di Tangerang tahun 2015 lalu. Peristiwa keji ini berawal dari AFP si tersangka kesal terhadap Muryana sang guru yang sering memarahinya di depan teman-temannya. Sebenarnya Muryana memarahi AFP bukan tidak ada alasan, ini dilakukan karena muridnya tersebut sering terlambat masuk sekolah dan malas-malasan untuk belajar.



Karena perlakuan gurunya tersebut, AFP memiliki ide untuk membacok Muryana dengan golok dapur. Akhirnya, dengan pikiran gilanya itu remaja SMK ini mendatangi rumah gurunya secara diam-diam. Tau ada orang masuk ke dalam rumahnya, Trihartati (ibu Muryana) menjerit ketakutan dan langsung dibacok oleh AFP. Kemudian remaja ini mencari Muryana dan membacoknya dengan beberapa tusukan. Tak lama dari hari tragis tersebut, AFP ditangkap di rumahnya dan mengakui semua kesalahannya.

3. Tak terima anaknya ditegur, orangtua siswa langsung menghajar guru tersebut

Di SMK Negeri 2 Makassar terjadi percekcokan hebat antara guru dan orangtua murid. Ini semua berawal dari seorang murid yang nggak terima dimarahi oleh gurunya karena tak mengerjakan tugas. Setelah dimarahi, siswa itu melaporkan kejadian sepele tersebut kepada sang ayah (Adnan). Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, Adnan langsung menghampiri guru tersebut ke sekolah.



Setelah bertemu dengan guru yang memarahi anaknya, Adnan langsung menghantam Dasrul (guru) beberapa kali. Penganiayaan itu mengakibatkan luka pada hidung dan pelipis. Tak tinggal diam, Dasrul pun melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib. Kasus tersebut berlanjut dan kedua belah pihak memilih untuk berdamai. Duh, anak bandel kok dibelain sih pak!

4. Emosi karena ditegur, siswa menghantam guru sampai tulang hidung patah

Lagi-lagi emosi remaja yang nggak bisa dikontrol. Seorang siswa yang berinisial AD tega menganiaya guru perempuannya yang bernama Osi Wulandari di daerah Kerkap, Sumatera Selatan. Hal ini dilakukan siswa tersebut karena ia ditegur pada saat duduk di atas meja selama pelajaran berlangsung.



Dengan teganya ia memukul hidung gurunya sampai hidungnya patah. Tak terima dengan perlakuan dari AD, Osi langsung melaporkan ini kepada pihak kepolisian. Guru tersebut berharap agar siswanya ini bisa mendapatkan hukuman setimpal.

5. Rambut dipotong, seorang siswa hajar gurunya bersama sang kakak

Peristiwa yang bikin geram ini terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Kejadian ini bermula ketika Lutfi sang murid dipotong rambutnya oleh Yoga wali kelasnya. Siswa tersebut merasa kalau rambutnya belum panjang, tapi gurunya tetap kekeuh untuk memotongnya. Merasa tak adil, akhirnya Lutfi mengadu kepada sang kakak.



Beberapa hari kemudian, saat Yoga mengawasi ujian sekolah ia didatangi oleh Lutfi dan kakaknya. Tanpa basa basi, kedua kakak beradik tersebut langsung menghajar sang guru. Mereka menghantam bagian punggung, wajah serta paha. Beberapa guru yang melihat kejadian itu langsung melerai pertikaian mereka. Yoga yang telah babak belur melaporkan peristiwa ini ke kepolisian. Tapi tak lama, ia mencabut laporan tersebut karena ingin menghargai orangtua Lutfi. Tuh, untung gurunya baik hati. Coba enggak, bisa masuk bui..

Entah apa sebenarnya yang dipikirkan oleh anak-anak yang tega menganiaya guru mereka sendiri. Padahal guru menegur karena pasti ada tujuannya. Semoga kejadian ini tak terulang kembali. Dan bagi kalian yang masih sekolah, ayo hormati gurumu dan jangan pernah membuat pendidikmu itu marah.