Inilah 5 Hal yang Akan Terjadi Jika Angkutan Online Benar-Benar Diberhentikan di Indonesia

by
Inilah 5 Hal yang Akan Terjadi Jika Angkutan Online Benar-Benar Diberhentikan di Indonesia

Bisa dibilang dengan adanya angkutan online sudah sangat membantu kehidupan masyarakat. Kalau dulu hanya bisa mengantar orang, kini angkutan online berkembang bisa mengantar makanan, barang dan lain-lain. Alhasil, melakukan banyak hal yang membutuhkan banyak waktu kini dapat dikerjakan dengan singkat dengan bantuan jasa angkutan online ini. BERITA UNIK

Namun kira-kira bagaimana ya kalau seandainya angkutan online ternyata diberhentikan operasinya? Pastinya bakal banyak pro dan kontra yang terjadi mengingat sekarang sudah banyak yang mengandalkan jasa angkutan online. Berikut ulasan seandainya hal itu benar-benar terjadi. TIPS KESEHARIAN

Bakal ada arus protes dari beberapa pihak. INFO MENARIK



Tidak dapat dipungkiri kalau driver online saat ini sudah sangat lekat dengan kehidupan di masyarakat. pasalnya banyak sekali perusahaan yang menggunakan jasanya untuk mempermudah bisnis. Mulai dari kirim-kirim barang, makanan dan lain-lain, hampir semua menggunakan jasa driver online. Oleh sebab itu seandainya angkutan online benar-benar ditiadakan pastinya bakal banyak gelombang protes dari beberapa pihak yang merasa dirugikan. Dan pastinya dibutuhkan sebuah solusi cerdas untuk menangani masalah ini agar tidak menimbulkan banyak perselisihan.

Bakal banyak orang yang jadi menganggur



Seperti yang diketahui, saat ini sangat banyak orang yang memilih menekuni profesi sebagai seorang driver angkutan online. Dan ya, tiap tahunnya para armada angkutan online pun makin bertambah. Alhasil jika memang angkutan online benar-benar diberhentikan, maka bakal banyak pula para driver online yang akan jadi pengangguran. Hal ini pastinya menjadi sebuah permasalahan baru, apalagi mengingat lapangan pekerjaan akhir-akhir ini juga lumayan terbatas. Hanya perusahaan driver online lah yang bisa dibilang ramah dengan menawarkan pekerjaan layak tanpa persyaratan yang terlalu tinggi.

Hilangnya investor dari luar negeri ke Indonesia



Keberadaan angkutan online sebenarnya juga memberikan untung bagi Indonesia pasalnya banyak dari perusahaan itu juga merupakan investasi dari asing. Hal ini pastinya jadi sebuah pemasukan bagi Indonesia. Namun jika angkutan online tidak ada, maka para investor itu akan kembali lagi ke negaranya karena perusahaannya tidak bisa berdiri lagi. Akan tetapi hal ini juga bisa saja jadi sebuah keuntungan, karena perusahaan dalam negeri masih bisa berdiri, namun dengan syarat yang dilarang hanya angkutan online perusahaan asal luar.

Hilangnya perusahaan Indonesia dalam daftar penghargaan dunia



Ternyata salah satu hal membanggakan dari perusahaan angkutan online adalah prestasi yang dicapai. Ya, bayangkan saja, satu-satunya perusahaan di Indonesia yang masuk daftar dunia yang berasal dari angkutan online ini. Memang faktanya hanya perusahaaan asal Indonesia  yang jadi satu-satunya dari Asia tenggara yang masuk dalam jajaran bisnis pengubah dunia. Belum lagi rekor lain seperti 10 besar perusahaan dengan Brand paling kuat di dunia. Seandainya memang benar angkutan online tidak boleh beroperasi, maka dicoret pula daftar Indonesia dari gelar-gelar tersebut.

Tidak akan ada para driver nakal



Memang tidak dapat dipungkiri dengan adanya angkutan online kadang muncul pura problematika baru. Salah satunya adalah masalah driver nakal yang sering melanggar. Ya, memang disebagian tempat ada aturan khusus yang melarang driver online melewati daerah tersebut. Namun sayang, kadang ada saja yang dengan sengaja melanggarnya. Hal inilah yang kadang membuat geram beberapa pihak. Alhasil jika driver online dilarang, hal seperti ini tidak akan terulang kembali.

Lihat sendiri bukan, dengan dihapusnya driver online pastinya bakal muncul plus dan minusnya. Semuanya dikembalikan pada diri sendiri lebih condong yang mana. Tetapi terlepas dari semua itu, baik konvensional maupun online sejatinya punya keunggulan sendiri-sendiri, jadi tidak mungkin jika sampai kehilangan pelanggan.