Ini Kata Ganjar usai Namanya Disebut dalam Dakwaan Sidang e-KTP

0
9
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memberi penjelasan kepada para perangkat desa di pendapa Kabupaten Wonogiri, Rabu (7/9). (kecirit.com/Khalid Yogi)

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memberi penjelasan kepada para perangkat desa di pendapa Kabupaten Wonogiri, Rabu (7/9). (kecirit.com/Khalid Yogi)

SEMARANG, kecirit.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempersilahkan jaksa membuktikan dakwaannya yang menyebut dirinya menerima uang dari proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Menurutnya nama Ganjar dalam dakwaan hanya berdasar keterangan pihak-pihak yang masih harus dibuktikan.

“Ada cerita saya menerima di ruang tertentu, ya silahkan; tapi apakah disebutkan bahwa uang itu saya terima langsung? Tidak kan. Nah kita tunggu kalau ada yang cerita begitu,” katanya, kepada wartawan usai acara musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Grobogan, Kamis (9/3).

Ganjar mengatakan ada tiga spekulasi yang bisa dikemukakan dalam menanggapi kasus e-KTP. “Pertama, disebutkan saya menerima tapi nyatanya tidak, saya tidak menerima. Kedua, saya dijatah tapi saya dikasih, tidak menerima. Spekulasi ketiga, saya dijatah tapi perantaranya tidak kasih ke saya, mungkin diserahkan orang lain,” katanya.

Ganjar mengaku senang kasus korupsi e-KTP dibuka. Ia berharap persidangan bisa terbuka dan menghadirkan saksi-saksi kunci untuk membuktikan setiap dakwaan.

Ia sendiri siap jika nantinya dipanggil sebagai saksi di persidangan. “Saya sudah pernah dipanggil jadi saksi di KPK, kalau dipanggil lagi di sidang ya siap saja,” ujarnya.

Saat pemeriksaan saksi di KPK, tidak terlibatnya Ganjar sudah dibuktikan penyidik dengan mengklarifikasi Miryam S Yani, Politikus Partai Hanura, yang diduga sebagai perantara pemberi uang kepada pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI.

“Saya dikonfrontir Bu Yani dan pada saat itu dia ditanya apakah benar memberi uang pada Pak Ganjar? Dijawab tidak. Diulang lagi pertanyaannya. Mbok diingat lagi Pak Ganjar ini apakah menerima, jika Anda mungkin lupa. Dijawabnya ‘Tidak kok, Pak Ganjar tidak dikasih dan tidak terima’. Jadi cerita ini mungkin bisa diulang di pengadilan, saksi dipanggil lagi dan ditanya lagi, biar publik tahu cerita sebenarnya,” papar Ganjar.

Seperti diketahui jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat dakwan terhadap dua terdakwa kasus e-KTP yakni mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, Kamis (9/3).

Dalam surat dakwaan, dijelaskan bahwa Ganjar adalah salah satu pimpinan Komisi II DPR RI yang mendapat jatah uang 500.000 dolar AS. Pemberian dikakukan di ruang kerja Mustoko Weni di Gedung DPR pada Oktober 2010. Pemberian dilakukan agar Komisi II dan Badan Anggaran DPR menyetujui anggaran proyek e-KTP yang diusulkan.

(Linda Putri/ CN33/ SM Network)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here