IDI: Program Studi DLP Tak Hargai Kompetensi Dokter

by
SAMPAIKAN ASPIRASI: Ketua IDI Harry Sasongko (Kanan) sampaikan aspirasi dokter kepada Ketua Dewan Saryan Adiyanto.(kecirit.com/Tuhu Prihantoro)

SAMPAIKAN ASPIRASI: Ketua IDI Harry Sasongko (Kanan) sampaikan aspirasi dokter kepada Ketua Dewan Saryan Adiyanto.(kecirit.com/Tuhu Prihantoro)

KOTA MUNGKID, kecirit.com – Sebanyak 70 dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Magelang, Senin (24/10), memprotes tentang program studi Dokter Layanan Primer (DLP).

“DLP menghambur-hamburkan uang Negara dan tidak menghargai kompetensi dokter yang selama ini telah ada di masyarakat,” kata Harry Sasongko, Ketua IDI Kabupaten Magelang.

Mereka ingin masyarakat mengetahui, bahwa rencana pemerintah terkait DLP salah kaprah. Hanya menambah beban dokter, namun tidak memperbaiki kinerja.

Keinginan itu disampaikan para dokter dalam aksi damai di DPRD Kabupaten Magelang. Aspirasi mereka diterima Ketua Dewan Saryan Adiyanto. Aksi tersebut sebagai peringatan karena isu DLP belum menemukan solusi.

“DLP ibarat menutup asap tanpa penanganan yang tepat,” kata Harry.

Menurut dia, permasalahan kesehatan terkait JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bukan hanya terjadi di layanan primer, tetapi juga di rumah sakit sekunder maupun tersier.

Sementara itu konflik horizontal antara dokter DLP maupun dokter non DLP pada ranah pelayanan primer, sehingga merugikan masyarakat.
Ia mengharapkan, DPRD Kabupaten Magelang  menyampaikan aspirasi IDI Kabupaten Magelang kepada Kementerian Kesehatan.

Dengan didampingi Wakil Ketua Dewan Soeharno, Saryan Adiyanto akan meneruskan keinginan mereka kepada pihak-pihak terkait.
(Tuhu Prihantoro/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)