Hujan Semalaman, Ketinggian Air Bengawan Solo Naik

by
PANTAU: Seorang polisi memeriksa ketinggian air Bengawan Solo di Pos Pantau Jurug, Rabu (28/9). (kecirit.com/Irfan Salafudin)

PANTAU: Seorang polisi memeriksa ketinggian air Bengawan Solo di Pos Pantau Jurug, Rabu (28/9). (kecirit.com/Irfan Salafudin)

SOLO, kecirit.com – Hujan yang mengguyur Solo Raya sejak Selasa (27/9) malam hingga Rabu (28/9) pagi, membuat ketinggian permukaan sungai-sungai di Solo naik.

Pantauan permukaan Bengawan Solo di Pos Pantau Jurug, sekitar pukul 08.30, ketinggian air mencapai 83,76 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jika dihitung dari dasar sungai, ketinggian air mencapai 7,5 meter. Ketinggian air sudah mencapai level siaga kuning.

Ahmad Syam, staf Jasa Tirta I yang memantau perkembangan di Pos Pantau Jurug mengatakan, ketinggian air Bengawan Solo mulai naik sejak pukul 03.00 dinihari. “Ketinggian air masih bisa naik terus, kalau kiriman air dari anak-anak sungai juga besar. Kondisi saat ini sudah agak membahayakan,” katanya, Rabu (28/9).

Ketua Solo Rescue Dian Kurniadi yang juga memantau ketinggian air di Jurug mengatakan, ada empat anak sungai yang cukup berpengaruh terhadap ketinggian air Bengawan Solo. Yakni Sungai Jelantah dan Sungai Walikan dari Karanganyar, serta Sungai Dengkeng dan Sungai Brambang dari Klaten. “Kalau kiriman air dari waduk (Waduk Gajahmungkur, Wonogiri, red) tidak terlalu tinggi pengaruhnya,” katanya.

Dari pemantauan yang dilakukan sejak Rabu (28/9) pukul 00.00, ketinggian air Bengawan Solo rata-rata naik 30 cm per jam, dengan kondisi hujan turun tidak terlalu deras tapi konstan. (Irfan Salafudin/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *