Hitung Jumlah Umat Islam, Lihat Jamaah Masjidnya

by
(Foto: suaamerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)

(Foto: suaamerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, kecirit.com – Kalau ingin mengetahui jumlah umat Islam sesungguhnya, hitunglah jumlah jamaah yang datang ke masjid. Terutama waktu shalat shubuh. Itulah jumlah sesungguhnya umat Islam.

”Kalau haya sedikit, memang hanya segitu itu jumlahnya. Yang lain belum masuk kategori orang Islam. Mungkin baru mengaku-aku saja,” kata KH Masmun Thohir, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jateng. Dia menghadiri musyawarah daerah DMI Karanganyar di Gedung DPRD, Sabtu (22/10).

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang membuka acara itu mengatakan hal senada. Di negeri muslim yang sudah maju seperti Turki, jumlah jamaah shalat shubuh bahkan lebih banyak dan lebih meriah suasananya dibandingkan jamaah shalat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha.

”Karena itu menjadi tugas DMI untuk bisa menggerakkan masyarakat muslim agar lebih rajin datang berjamaah ke masjid, terutama pada dua waktu shalat, Isya dan shubuh. Harus diakui selama ini kesadaran itu belum muncul di kalangan muslimin,” kata Bupati.

Dia sudah mendapatkan undangan berkunjung ke negeri Presiden Erdogan tersebut, dan akan menyaksikan bagaimana suasana shalat shubuh yang dikabarkan selalu ramai dengan kaum muslimin yang datang shalat berjamaah.

”DMI harus bisa meniru gerakan menyemarakkan masjid dengan berjamaah, karena selain itu sebuah kewajiban bagi kaum muslimin, sekaligus menjadi ukuran bagaimana sebetulnya kualitas muslimin di sebuah negeri.”

Karanganyar sendiri sudah mendapatkan anugerah penghargaan di bidang HAM terbaik di Jateng. Salah satu ukurannya adalah kemakmuran kehidupan beragama, kerukunan antaruat beragama, dan juga pelaksanaan toleransi yang baik.

”Nah, soal kualitas kehidupan beragama itu menjadi salah satu garapan dari DMI yang harus dilaksanakan dengan menjadikan masjid sebagai sentra kegiatan apapun. Kehadiran masyarakat di masjid akan membawa dampak semua kehidupan,” kata Bupati.

Ketua DMI Karanganyar Adul Muid mengatakan, jumlah masjid di Karanganyar ada 2.537 yang tersebar di 17 kecamatan, dengan jumlah kaum muslimin mencapai 826.000 lebih dari sekitar 860.000 penduduk Lereng Lawu.

Dengan rasio itu, maka setiap masjid idealnya dipenuhi jamaah sekitar 325 orang. Namun sampai saat ini jumlah jamaah di setiap masjid mungkin belum sampai angka itu rata-ratanya. Bahkan malah hanya belasan atau masidh di bawah 10 orang.

”Padahal idealnya mestinya bisa dikembalikan fungsi masjid sebagaimana zaman Nabi menjadi pusat pemberdayaan umat, tempat berkumpul, pembinaan pemuda, remaja, dan pusat mencari ilmu, malah juga menjadi pusat kegiatan umat,” kata dia.

Itulah bidang garap DMI ke depan, sebagaimana diamanahkan ke pundak pengurus di masa yang akan datang.
(Joko Dwi Hastanto/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *