Hati-hati Menyebut Nama Orang

by

MEMASUKI dunia baru menjadi tantangan tersendiri bagi Risky Andayani (25), finalis pemilihan Mbak Klaten 2014 yang memenangi katagori Mbak Klaten Fotogenik. Gadis lulusan D-3 UGM dan S-1 di STIE YKPN Yogyakarta jurusan akuntansi itu kini menekuni dunia yang jauh berbeda yakni protokoler. Awalnya, warga Dukuh Plurak Baru, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten itu mendapatkan tawaran dari Disbudparpora Klaten untuk menjadi tenaga honorer di Bagian Prokoler Setda Klaten.

Kebetulan, mantan Mbak dan Mas Klaten tergabung dalam Adwindo aktif dalam promosi wisata bersama Disbudparpora. ‘’Saya lulusan akuntansi dan di Adwindo bergelut dengan pariwisata, tiba-tiba ditawari jadi protokoler dunia yang sama sekali baru. Saya terima tawaran, itu artinya saya harus belajar dari nol bagaimana berhadapan dengan audiens,’’ kata Risky yang baru tujuh bulan menjalani tugas di bagian protokoler.

Beruntung pengalaman menjadi duta wisata bisa menolong, karena sebelumnya dia berlajar bagaimana berhadapan dengan banyak orang, mengatur intonasi yang baik di depan cermin. Kini, gadis yang mengikuti pemilihan Mbak Klaten untuk mengatasi rasa pemalunya itu sudah terbiasa mendapat tugas mendadak. ‘’Saya masih baru, satu hal yang saya sangat hari-hati adalah dalam penyebutan nama orang dan daerah, agar jangan sampai salah. Kadang huruf E dan A itu kan tidak sama penyebutannya, terutama pada nama orang. Kadang saya tanya dulu pada yang tahu, biar tidak salah,’’ kata Risky.

Berbagung dengan protokoler membuatnya lebih mengenal daerah di Klaten yang sebelumnya tidak diketahui. Meski tinggal di Prambanan, Klaten, sebelumnya dia kurang mengenal Klaten karena Prambanan lebih dekat ke Yogyakarta. Pendidikan SMA dan kuliah pun di jalani di Kota Gudeg. (Mera wati Sunantri- 68)