Hari Pertama Kampanye, Panwas Sudah Temukan Pelanggaran

by
 SERAHKAN APK: Ketua KPU Kulonprogo menyerahkan APK kepada tim kampanye dua paslon bupati wakil bupati Kulonprogo untuk pelaksanaan Pilkada 2017 di kantor KPU setempat, Jumat (28/10). (Foto: kecirit.com/Panuju Triangga)

SERAHKAN APK: Ketua KPU Kulonprogo menyerahkan APK kepada tim kampanye dua paslon bupati wakil bupati Kulonprogo untuk pelaksanaan Pilkada 2017 di kantor KPU setempat, Jumat (28/10). (Foto: kecirit.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, kecirit.com – Meski tahapan kampanye baru saja dimulai Jumat (28/10), Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kulonprogo ternyata sudah menemukan pelanggaran.

Ketua Panwas Kulonprogo, Tamyus Rochman mengatakan, sejak sebelum dimulainya tahapan kampanye, pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap alat peraga kampanye (APK). Dalam pengawasan itu ternyata ditemukan sudah ada APK yang terpasang sebelum tahapan kampanye di mulai.

“Kami sudah rekomendasikan ke KPU Kulonprogo untuk ditindaklanjuti memberikan surat teguran ke pasangan calon (paslon) untuk menertibkan APK-nya,” kata Tamyus usai penyerahan bahan kampanye dan APK yang difasilitasi KPU Kulonprogo kepada tim kampanye dua paslon, Jumat (28/10).

Panwas, lanjutnya, pada hari pertama masa kampanye juga sudah menerima informasi pelanggaran berupa adanya APK yang dipaku di pohon. Menurutnya, sudah ada aturan dan ketentuan yang rinci mengenai pemasangan APK yang harus ditaati paslon maupun tim kampanye.

“Tahapan kampanye ini kita harapkan APK yang terpasang dan melanggar aturan ditertibkan, Panwas akan merekomendasikan lagi APK-APK yang melanggar untuk ditertibkan, kami dengan Satpol PP akan menertibkan APK-APK yang melanggar,” tegasnya.

Relawan maupun simpatisan paslon, lanjut Tamyus, juga diimbau berkoordinasi dengan tim kampanye paslon masing-masing jika membuat dan memasang APK agar tidak melanggar. Mengatasi terjadinya pelanggaran, Panwas akan akan melakukan penertiban secara periodik dan tidak terjadwal.

“Karena APK-APK saat ini memang perlu ditertibkan agar annti APK di semua wilayah tidak ada yang melanggar,” imbuhnya.

Sementara itu mengawali dimulainya tahapan kampanye, KPU Kulonprogo menyerahkan bahan kampanye dan APK kepada kedua tim kampanye paslon di kantor KPU setempat. Ketua KPU Kulonprogo, Muh Isnaini mengatakan, pihaknya memfasilitasi alat peraga kampanye yang akan dipasang di beberapa titik yang sudah disepakati bersama antara paslon dengan KPU.

Bahan kampanye yang difasilitasi tersebut yakni berupa selebaran dan brosur masing-masing 36 ribu lembar, serta poster 5 ribu lembar untuk masing-masing paslon. Sedangkan APK berupa 5 buah baliho untuk masing-masing paslon, spanduk sebanyak 2 buah per desa/kelurahan per paslon sehingga keseluruhan sebanyak 176 buah, serta umbul-umbul 22 buah per kecamatan per paslon.

“Paslon masih diperbolehkan menambah APK, sebagaimana aturan KPU, sebanyak 150 persen dari yang difasilitasi KPU. Bila jumlahnya lebih dari itu, Panwas akan memantau,” katanya.

Selain itu, paslon juga diperbolehkan membuat bahan kampanye bentuk lain, seperti kaos, topi, muk, kalender, payung, dan gantungan kunci namun harganya maksimal Rp 25 ribu per item. Isnaini menambahkan, agar APK tidak dipasang sembaranga, pihaknya berkoordinasi dengan tim paslon dan Panwas.

“Titik-titik yang dilarang pemasangan APK diatur dalam Peraturan Bupati Kulonprogo, kami juga membuat lokasi-lokasi pemasangan yang sudah kami tentukan, di luar itu akan ditertibkan dengan terlebih dulu diberikan peringatan dan diminta memindah,” imbuhnya.

(Panuju Triangga/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *