Gunakan LKS Pembelajaran Jadi Instan

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

PURWOKERTO, kecirit.com – Keberadaan buku Lembar Kerja Siswa (LKS), dinilai menjadikan kegiatan pembelajaran di kelas tidak berjalan dengan optimal. Bahkan dengan adanya LKS, justru seringkali kegiatan pembelajarannya dilakukan dengan cara instan.

Menurut Kepala SD 2 Kecila Kecamatan Kemranjen, Mohammad Durori, dengan adanya buku LKS, guru menjadi tidak kreatif, sebab tidak tertutup kemungkinan mereka hanya mengandalkan buku itu sebagai pegangan. Alasannya selain berisi kumpulan soal, di dalam buku LKS juga sudah terdapat materi pelajaran.

Bila yang terjadi demikian, maka kegiatan pembelajarannya menjadi instan dan itu tidak dibenarkan. Semestinya dalam kegiatan pembelajaran lebih ditekankan pada proses, serta tidak hanya mengandalkan keberadaan LKS yang dijadikan sebagai sumber materi pelajaran.

Bila hanya mengandalkan LKS, lanjut dia, maka materi yang dikuasai peserta didik sangat terbatas. Mereka tidak menguasai materi pelajaran secara lebih mendalam.

”Kegiatan pembelajaran merupakan sebuah proses dari sejak awal hingga akhir. Dengan mengikuti proses pembelajaran yang bersumber langsung dari guru, maka peserta didik akan lebih banyak menguasai materi,” terangnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Bambang Sucipto, melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Ibnu Asaduddin, mengatakan guru semestinya bertanggung jawab penuh dalam melakukan evaluasi terhadap kemampuan siswa menyerap materi.

Tugas tersebut tidak boleh dilakukan oleh pihak lain melalui buku Lembar Kerja Siswa (LKS), tetapi harus dibuat sendiri oleh para guru. Pasalnya mereka yang bertanggung jawab penuh dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

”Setelah menyampaikan materi pelajaran di kelas, guru seharusnya membuat sendiri lembar kerja siswa untuk mengevaluasi kemampuan peserta didik dalam menyerap materi pelajaran. Jadi tidak boleh sekolah atau madrasah menggunakan LKS dari pihak luar,” ungkapnya.

Selain tidak diperbolehkan menggunakan buku LKS dari pihak luar, lanjut dia, madrasah juga tidak diperbolehkan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam melakukan pengadaan terhadap LKS tersebut.

”Sebenarnya dalam buku teks pelajaran yang didistribusikan ke masing-masing sekolah sudah dilengkapi dengan lembar kerja siswa, sehingga pihak sekolah maupun guru tidak repot-repot melakukan pengadaan buku LKS,” jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya Dinas Pendidikan mengeluarkan surat edaran ke seluruh sekolah terkait larangan bagi para guru untuk melakukan jual beli LKS yang dibuat oleh pihak ketiga. Selain itu, mereka juga dilarang menerima titipan buku LKS dari pihak ketiga untuk dijual kepada peserta didik.

(Budi Setyawan/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)