Gugatan Sulaiman Dikabulkan, Bea Cukai Dinilai Melawan Hukum

by
Foto: istimewa

Foto: istimewa

SEMARANG, kecirit.com – Gugatan praperadilan yang dimohonkan, Sulaiman tersangka kasus rokok ilegal dikabulkan hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang Sulistyono. Dalam sidang di PN, Senin (24/10), hakim mengatakan, tindakan penangkapan, penggeledahan, dan penyitaan oleh penyidik dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng dan DIY tidak sah dan melawan hukum.

“Menerima gugatan pemohon, menolak eksepsi termohon (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng dan DIY, red). Menyatakan, tindakan yang dilakukan termohon dalam penggeledahan dan penyitaan adalah tidak sah,” tandas hakim Sulistyono saat membacakan amar putusannya.

Penggeledahan dan penyitaan itu tidak sesuai dengan pasal 32 dan 35 KUHAP. Dimana, penyidik Bea dan Cukai tidak bisa menyita rokok ilegal tanpa disertai surat penyitaan dari Pengadilan Negeri Demak.

Menurut dia, termohon juga tidak dapat membuktikan adanya saksi yang turut menyaksikan penggeledahan. Padahal, penyidik saat menggeledah itu harus ditemani dua saksi. Bea dan Cukai juga semestinya melakukan penyegelan barang sitaan terlebih dulu. Setelah mendapatkan surat penyitaan dari pengadilan setempat, baru bisa menyita. “Sesuai fakta hukum yang ada, yakni dari keterangan saksi Mursinah dan Titik Restiani, ternyata tidak pernah menerima surat penangkapan dan penetapan tersangka oleh Bea dan Cukai,” jelasnya.

Sulistyono menegaskan, karena tindakan penyidik merupakan perbuatan melawan hukum, maka pemohon tidak dapat diperlakukan sebagai tersangka. Seperti diberitakan sebelumnya, Sulaiman ini merupakan pemilik 850 ribu rokok tanpa cukai asal Desa Bermi, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak. Sebelumnya, ia ditetapkan jadi tersangka serta dijerat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang M Rizal Pahlevi mengatakan, akan mempelajari dulu salinan putusannya. “Prinsipnya kami akan tunduk pada putusan pengadilan,” jelasnya.

Di sisi lain, Theodorus Yoseph Parera kuasa hukum Sulaiman berharap putusan hakim bisa menjadi pelajaran bagi penyidik agar menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku. Kliennya harus bebas, karena putusan PN jelas menyatakan, Sulaiman tidak dapat diperlakukan sebagai tersangka.

Soal pelaporan kliennya terhadap penyidik Bea dan Cukai ke Polda Jateng, pihaknya hari ini akan mempertanyakan perkembangannya. “Saya akan mendorong semua penyidik Bea dan Cukai yang terlibat untuk jadi tersangka. Putusan praperadilan ini membuktikan kliennya tidak salah, justru penyidik yang menyalani prosedur dalam penanganan perkara,” katanya. (Royce Wijaya/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *