[Gong Xi Fa Cai] Menikmati Teh Dari Negeri Tiongkok

by

Sebentar lagi imlek, nah artikel kali ini akan membahas tentang nikmatnya teh asal negeri tirai bambu tersebut.

Negeri itu memang banyak membuat cerita, terutama tentang teh, Tiongkok dikenal sebagai negera asal teh. Dengan banyaknya variasi teh di tiongkok menjadikan budaya minum teh disana sangat familiar.

Seperti yang kita ketahui, teh merupakan sumber kafein dan antioksidan alami yang sangat baik bagi tubuh. Dengan kandungan kafein yang lebih rendah daripada kopi, Anda akan bisa menikmati teh dengan sedikit rasa pahit, tanpa konsumsi kafein berlebih.
Mari kita mengenal beberapa jenis teh yang berasal dari Negara Tiongkok, bahkan beberapa jenis teh inipun dikembangkan di negeri ini.
Teh hijau
Teh hijau (Hanzi:绿茶 Hanzi tradisional: 綠茶 pinyin:Lǜ chá) adalah nama teh yang dibuat dari daun tanaman teh (Camellia sinensis) yang dipetik dan mengalami proses pemanasan untuk mencegah oksidasi, atau bisa juga berarti minuman yang dihasilkan dari menyeduh daun teh tersebut.
Teh hijau merupakan minuman populer di daratan Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, Jepang, Timur Tengah, Asia Tenggara dan semakin dikenal juga di negara Barat yang dulunya merupakan peminum teh hitam.
Gugus katekin yang banyak terkandung pada teh hijau dalam bentuk molekul epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dapat menghambat tumorigenesis pada tahap inisiasi, promosi dan progresi.
Teh Oolong

Teh oolong (Hanzi tradisional: 烏龍; Hanzi Sederhana: 乌龙; pinyin: wūlóng; juga disebut 青茶 qīngchá) adalah sejenis teh Tionghoa. Warnanya bisa dibilang antara hijau dan hitam.

Teh oolong yang diseduh dengan baik memiliki rasa yang pahit, namun meninggalkan rasa sedikit manis setelah diminum. Umumnya teh jenis inilah yang disajikan di restoran-restoran Tionghoa yang menghidangkan dim sum atau masakan Tionghoa lainnya.

Kebanyakan daun teh oolong dihasilkan di provinsi Fujian, juga dihasilkan perkebunan teh di Taiwan. Varian teh oolong yang terkenal contohnya adalah tieguanyin (鐵觀音) yang berasal dari Fujian.

Teh Pu’erh

Teh Pu’erh (普洱茶; Pǔ’ěr chá) pada dasarnya termasuk ke dalam kategori teh pekat, namun dipisahkan karena ia memiliki fitur yang berbeda.
Teh Pu’erh yang berasal dari Propinsi Yunnan ini memiliki sejarah klasik 2.000 tahun lamanya. Menurut definisi yang diutarakan pihak pemerintah Yunnan, teh jenis ini harus merupakan hasil dari berbagai tanaman dengan daun besar yang tumbuh pada wilayah tertentu, yang kemudian dikompres atau dibuat dalam bentuk blok dengan menggunakan teknologi tertentu.
Teh Kuning

Teh kuning (Hanzi sederhana: 黃茶; pinyin: huángchá) adalah teh istimewa yang diproses sama seperti teh hijau, tetapi dengan fase pengeringan yang lebih lambat, di mana daun teh dibiarkan dan mulai menguning. Teh ini berwarna hijau-kekuningan dan berbau berbeda darpiada teh putih dan teh hijau. Bau ini juga kadang disalahartikan sebagai teh hitam jika teh ini diawetkan dengan daun lainnya, namun rasanya dapat dibedakan.

Teh Kombucha

Kombucha tea (teh kombucha) merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir) dan di fermentasi selama 8-12 hari. kombucha adalah suatu ramuan minuman kuno, yang merupakan hasil dari simbiosis murni dari bakteri dan ragi kombucha yang berasal dari Asia Timur, dan sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu. Kombucha berfungsi sebagai penyembuh terhadap berbagai macam penyakit ini telah digunakan berulang kali dirumah tangga diberbagai negara Asia. Jamur tersebut terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat serta hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis. Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas yang akan memenuhi lapisan, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapis-lapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat.
Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, terjadi bermacam-macam reaksi pada larutan teh-manis secara asimilatif dan disimilatif. Jamur teh memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi zat-zat bermanfaat yang dalam minuman tersebut, seperti asam glukuronat, asam laktat, vitamin, asam amino, antibiotik, serta zat-zat lain. Maka dari itu, jamur kombucha ini bagaikan sebuah pabrik biokimia mini.
Teh Hitam

Teh hitam lebih teroksidasi daripada ragam teh hijau, oolong dan putih; keempat varietas itu terbuat dari daun Camellia sinensis. Teh hitam umumnya lebih berasa seleranya dan lebih banyak mengandung kafeina daripada teh yang tak teroksidasi.

Dalam bahasa Tionghoa dan bahasa-bahasa yang secara kultural dipengaruhi, teh hitam dikenal sebagai teh merah (紅茶, Bahasa Mandarin hóngchá; bahasa Jepang kōcha; bahasa Korea hongcha), barangkali merupakan deskripsi lebih akurat atas warna airnya. Namun, nama teh hitam bisa pula merujuk ke warna daun yang teroksidasi. Dalam bahasa Tionghoa, teh hitam adalah klasifikasi yang umum digunakan buat teh pascafermentasi, seperti teh Pu-erh. Namun, di dunia Barat, “teh merah” biasanya merujuk ke tisane rooibos dari Afrika Selatan.

Bila teh hijau biasanya kehilangan rasanya dalam setahun, rasa teh hitam tetap bertahan selama beberapa tahun. Atas alasan ini, teh hijau sudah lama diperdagangkan, dan balok teh hitam yang dipadatkan malah menjadi mata uang de facto di Mongolia, Tibet dan Siberia pada abad ke-19.

Teh Putih

Teh putih (白茶) adalah pucuk daun teh yang dikeringkan seusai dipetik tanpa disangrai maupun dioksidasi. Seperti halnya teh hijau, teh oolong dan teh hitam, teh putih berasal dari tanaman Camellia sinensis.
Teh putih kadang-kadang mengandung kuncup bunga dan kuncup daun teh dengan kadar kafeina yang kemudian diketahui lebih rendah dibandingkan kadar pada daun yang lebih tua, sehingga dapat disimpulkan bahwa teh putih mengandung lebih sedikit kafeina dibandingkan dengan teh hijau.
Cara Menikmati Teh Di Tiongkok

Tata cara untuk menikmati teh di negara Tiongkok ini, mereka menyajikan teh dengan nampan pelat panas listrik dan juga ketel, poci tehnya kira-kira hanya setinggi delapan sentimeter, biasanya juga dilengkapi dengan dua jenis cawan kecil yang siap untuk digunakan. Kemudian setelah air mendidih kemudian dituang ke dalam poci dan juga cawan kecil kemudian air itu mengalir melewati lubang-lubang pada bagian dalam nampan.

Setelah itu teh kemudian dimasukkan kedalam poci sampai menutupi bagian dasar poci, kemudian air panas dituangkan ke daun-daun teh tadi dan airnya kemudian dibuang, tujuannya untuk membilas daun teh dan setelah dibilas biasanya rasa tehnya baru bisa keluar, jadi tidak langsung dengan di minum ya kawan.

Tapi sepertinya di zaman millenial saat ini mungkin sudah berubah cara orang minum teh, sekarang ini banyak orang di tiongkok sendiri lebih suka langsung menuang air panas ke dalam poci dan setelah teh yang dimasukkan terendap selama satu menitan, biasanya teh dituang ke dalam teko-teko kecil. Nah dari teko inilah mereka biasanya mengisi cawan “wangi” yang berbentuk silinder yang tingginya sekitar 2,5 meter, kemudian mereka akan menuangkan teh ke dalam cawan minum dan kemudian meletakkan cawan minum diatasnya cawan wangi. 
Jadi bagi orang Tiongkok aroma teh dan juga rasa teh harus sama-sama dinikmati, cukup menarik bukan. Dan ingat teh tidak boleh ditiup karena menandakan, bahwa dengan meniup sebelum minum walau airnya masih panas, dianggap mereka tidak sopan, hiruplah perlahan dan nikmati rasa pahitnya teh khas Tiongkok.
Bagaimana menurutmu kawan, seruupuuuttt dolo tehnya….
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *