Gerakan Hemat Energi di UIN Walisongo Menuju Green Campus

by
Dekan,  Dr. Ruswan, MA, wakil dekan Dr. Lianah, M.Pd dan gugus tugas serta mahasiswa Penelola Bank Sampah.  (Foto kecirit.com/dok)

Dekan, Dr. Ruswan, MA, wakil dekan Dr. Lianah, M.Pd dan gugus tugas serta mahasiswa Penelola Bank Sampah. (Foto kecirit.com/dok)

SEMARANG, kecirit.com – Sebagai salah satu perguruan tinggi yang peduli dan bertanggung jawab untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan ramah lingkungan, UIN Walisongo menggelar kegiatan peduli penghematan energi listrik dan air.

Maka berawal dari kepedulian terhadap permasalahan tersebut, dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Dr. Ruswan, MA yang didampingi Dr. Lianah, M. Pd membentuk gugus tugas (14 dosen muda Non PNS), dan wakil mahasiswa pengelola bank sampah Ery Santoso melakukan kegiatan menuju green campus, Jumat (21/10)

Kegiatan dilakukan dengan menempel stiker Hemat Energi di semua ruang kelas, ruang kantor diseluruh di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang dan juga melalui media elektronik WA dll.

Gerakan ini murni kesadaran bukan perintah dan paksaan dari siapapun. Gerakan kepeduliaan terhadap pengelolaan sampah dan gerakan penghematan energi yang bekerjasama dengan mahasiswa pengelola bank sampah diwakili oleh Ery Santosa dan dosen yang tergabung dalam gugus tugas green campus.green campus1

Harapannya gugus tugas yang terbentuk bukan menjadi pekerja akan tetapi mejadi pioner atau motivator agar nantinya seluruh warga kampus tidak hanya dari FST namun dari seluruh Fakultas di UIN akan mendukung dan menjadi peduli dengan sedirinya dalam memilah sampah organik dan non organik juga dalam penghematan energi dan penghematan air di seluruh kampus UIN Walisongo.

Sebab terbukti hari ini masih banyak hujan. Kadang mau berwudzu tidak ada air. Demikian juga penggunaan listrik kadang kurang terkontrol. Lampu, LC, dll masih nyala tetapi tidak digunakan sementara kelas kosong. Kadang air kran mengalir terus tidak dipakai. Kemudian sampah belum dipilah secara benar masih dijadikan satu kemudian dibakar.

“Sebenarnya sampah itu adalah konsep manusia kalau dikelola / dipilah akan menjadi sumber daya. Harapannya sampah tidak lagi mejadi sampah, dan UIN akan menjdi kampus idaman civitas academika, sehat, nyaman dan ramah lingkungan,” jelas Ery Santosa.

(Setiawan Hendra Kelana/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...