Gelorakan Nasionalisme Melalui Lagu Perjuangan

by
Salah seorang peserta lomba sedang berlaga di hadapan penonton dan dewan juri Festival Lagu Perjuangan di halaman Museum Vredebrug, Jalan A Yani, Yogyakarta, Sabtu (29/10).(kecirit.com/Sugiarto)

Salah seorang peserta lomba sedang berlaga di hadapan penonton dan dewan juri Festival Lagu Perjuangan di halaman Museum Vredebrug, Jalan A Yani, Yogyakarta, Sabtu (29/10).(kecirit.com/Sugiarto)

YOGYAKARTA, kecirit.com – SMA Negeri 2 Yogyakarta, keluar sebagai juara pertama Festival Lagu Perjuangan Tingkat SMA/SMK se DIY di Museum Beteng Vredebrug, Jalan A Yani, Yogyakarta, Sabtu (29/10). Sebagai juara kedua dan tiga, SMA Negeri 2 Playen, Kabupaten Gunungkidul, dan SMK 1 Tempel, Kabupaten Sleman. Para juara mendapat tropy dan uang pembinaan dari Musuem Vredebrug Yogyakarta sebagai penyelenggara.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Festival Lomba Lagu Perjuangan, Muri Kurniawati SIP, MA, Festival Lagu Perjuangan dengan tema Gelora Ksatria Nusantara digelar dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Lomba diikuti 100 pelajar yang tergabung dalam vokal grup sekolah, di mana mereka merupakan perwakilan dari lima kabupaten/kota di wilayah Propinsi DIY.

“Dalam lomba kali ini, masing-masing kabupaten/kota mengirim dua sekolah sehingga ada sepuluh grup. Masing-masing grup terdiri sepuluh orang,” kata Muri Kurniawati.

Setiap grup diberi waktu 15 menit, untuk menampilkan tiga lagu yang dibawakan terdiri satu lagu wajib, satu lagu pilihan dan satu lagu daerah. Peserta tampil menggunakan pakaian pejuang perang kemerdekaan.”Setiap peserta dipersilahkan membuat aransemen sendir lagu tanpa mengubah melodi dan tampil dengan alat musik akustik tanpa iringan musik elektronik,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, lanjut dia, diharapkan dapat meningkatkan perhatian para pelajar akan keberadaan musuem sebagai sarana edukasi sejarah. Juga upaya dalam menjadikan lagu perjuangan sebagai media dalam meningkatkan nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi penerus bangsa.”Mengingat musik merupakan media universal yang mampu menggelorakan kecintaan penerus bangsa kepada tanah air Indonesia,” tandasnya.
(Sugiarto/CN40/SM Network)