Gelar EVP, BPJS Ketenagakerjaan Libatkan Seluruh Karyawan

by
SARANA KEBERSIHAN: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran berfoto bersama perangkat Desa Lerep usai menyerahkan sarana kebersihan yang diwujudkan melalui *Employee Volunteer Program* (EVP), belum lama ini. (kecirit.com/Ranin Agung)

SARANA KEBERSIHAN: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran berfoto bersama perangkat Desa Lerep usai menyerahkan sarana kebersihan yang diwujudkan melalui Employee Volunteer Program (EVP), belum lama ini. (kecirit.com/Ranin Agung)

UNGARAN, kecirit.com – Selama setahun, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran telah menyelenggarakan Employee Volunteer Program (EVP) sebanyak empat kali. Kegiatan tadi melibatkan seluruh karyawan dan didedikasikan kepada para peserta aktif.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Yan Dwiyanto mengatakan, empat lokasi EVP diantaranya di panti asuhan bertepatan dengan buka bersama Ramadan kemarin. Kemudian memberikan sarana olahraga dan buku pada sekolah, lalu memberikan sarana pendukung untuk sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas), dan terakhir memberikan sarana kebersihan untuk Desa Lerep, Ungaran Barat.

“Terakhir kami ke Desa Lerep, melakukan kerja bakti dan bersih-bersih bersama perangkat desa dan warga setempat kemudian memberikan alat sarana kebersihan,” katanya, Jumat (21/10).

Beberapa sasaran EVP yang dimaksud, menurutnya, sudah tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga pihaknya pun ingin memberikan kontribusi balik melalui EVP. Kegiatan yang serempak digelar di setiap cabang BPJS Ketenagakerjaan se-Indonesia ini, diinisiasi oleh karyawan.

“Dana seluruhnya diinisiasi oleh karyawan. Tahun depan, rencananya program yang sama akan diwujudkan kembali. Karyawan sudah menyediakan kotak tabungan yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk EVP,” terangnya.

Disinggung jumlah perusahaan yang ikut, Yan Dwiyanto memaparkan, per September 2016 ada 1.771 perusahaan yang aktif menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan jumlah pesertanya, mencapai 131.552 peserta, data tadi belum termasuk yang bergerak di bidang jasa konstruksi.

Pihaknya mengakui, sampai saat ini masih aktif menggelar sosialisasi ke usaha kecil menengah (UKM) dan usaha rumahan.

“Ini PR kami, karena bagaimanapun juga manfaatnya bisa memperoleh sama persis dengan mereka yang bekerja di perusahaan besar,” paparnya.

(Ranin Agung/CN39/SM Network)

loading...