GCM Fusionex Kerjasama Smart Tourism Dengan 12 Kadin Korwil Tengah

by
Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono (kiri) menandatangani kerjasama dengan perusahaan IT GCM Fusionex yang berbasis di Malaysia tentang smart tourism saat Rapat Kerja Nasional Kadin Indonesia Korwil Tengah di Semarang, Selasa (25/10). Kerjasama tersebut juga dilakukan dengan 12 Kadin Indonesia Korwil Tengah.(kecirit.com/Cun Cahya)

Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono (kiri) menandatangani kerjasama dengan perusahaan IT GCM Fusionex yang berbasis di Malaysia tentang smart tourism saat Rapat Kerja Nasional Kadin Indonesia Korwil Tengah di Semarang, Selasa (25/10). Kerjasama tersebut juga dilakukan dengan 12 Kadin Indonesia Korwil Tengah.(kecirit.com/Cun Cahya)

SEMARANG, kecirit.com – Untuk mempromosikan pariwisata dan membantu pemerintah memperoleh data-data tentang potensi pariwisata, perusahaan IT GCM Fusionex yang berbasis di Malaysia melakukan kerjasama dengan Kadin di Korwil Tengah. Kerjasama tersebut dilakukan bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional Kadin Indonesia Korwil Tengah di Semarang, Selasa (25/10).

Deni Tumiwa Director Marketing GCM Fusionex mengatakan sejalan dengan  Nawacita Presiden Jokowi bahwa pariwisata menjadi nomor dua saat ini penumbang pemasukan negara dan 2020 ditargetkan menjadi penyumbang nomor satu bagi negara.

“Cuma kalau dilihat harus dibentuk dalam satu sistem karena banyak destinasi-desnitani wisata yang belum terkelola secara baik,” katanya.

Pihaknya disini membantu pemerintah memberikan data-data  dan para wisatawan bahwa satu destinasi mempunyai potensi bagus melalui digitalisasi aplikasi bernama 8excite di handpone untuk memberikan analisis big data terkait informasi yang akurat terkait destinasi wisata serta jumlah wisatawan yang datang yang terintegrasi dengan layanan-layanan seperti tiket pesawat, hotel, transportasi lokal, rumah makan, oleh-oleh yang bisa dilakukan sekali klik sehingga menjadi satu kesatuan paket.

“Berbeda dengan layanan aplikasi lainnya yang hanya menyediakan tiket dan hotel kita menyediakan secara lengkap sehingga  Gubernur walikota dan  bupati bisa mengecek dengan masuk kesitu benar tidak target misalnya Semarang ada dua  juta wisatawan dan kita memberikan informasi itu,” ucapnya.

Deni Tumiwa menjelaskan di Indonesia sudah mengembangkan di Bali dan Lampung dan kedepan akan mencakup seluruh daerah di Indonesia.

“Akan dikembangkan dan bergerak di provinsi-provinsi yang ada potensi pariwisata dan nantinya ke depan akan langsung bekerjasama dengan pemain industri pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu Dzulkifli Abdul Latif chief Executive Officer GCM menambahkan kerjasama dengan Kadin ini merupakan ujung tombak dalam hal pembangunan ekonomi yang merupakan satu kelembagaan dibawah pemerintah  yang bisa mendorong secara keseluruhan.

“Jika lewat Kadin akan bisa mendorong lebih dekat ke industri-industri pariwisata, dan kita tawarkan satu sistem bisa mempromosikan produk-produk dan tempat-tempat wisata ke seluruh dunia,” pungkasnya.
(Cun Cahya/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)