Garuda Indonesia Layani 98 Embarkasi Haji

by
Vice President SBU Umra Hajj and Charter Garuda Indonesia, Hadi Syahrean menyerahkan santunan asuransi extra cover jamaah haji wafat tahun 2016 kepada ahli waris di Hotel Novotel Semarang, Kamis (23/2). (SM/Anggun Puspita)

Vice President SBU Umra Hajj and Charter Garuda Indonesia, Hadi Syahrean menyerahkan santunan asuransi extra cover jamaah haji wafat tahun 2016 kepada ahli waris di Hotel Novotel Semarang, Kamis (23/2). (SM/Anggun Puspita)

SEMARANG, kecirit.com – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan melayani 98 embarkasi haji tahun 2017 ini. Jumlah tersebut meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

Vice President SBU Umra Hajj and Charter Garuda Indonesia, Hadi Syahrean mengatakan, tahun ini pihaknya akan memberangkatkan 98.579 jamaah haji Indonesia ke tanah suci.

”Tahun ini jumlah jamaah haji meningkat seiring penambahan kuota sebesar 20%. Kalau tahun lalu kami hanya memberangkatkan 83.000 jamaah, tahun ini rencananya 98.579 jamaah akan berangkat,” ungkapnya di sela acara penyerahan santunan asuransi extra cover jamaah haji wafat tahun 2016 di Hotel Novotel Semarang, Kamis (23/2).

Sebanyak 98 embarkasi yang menggunakan jasa Garuda Indonesia ini berasal dari Jakarta, Banten, Solo Makasar, Balikpapan, Banda Aceh, Medan, Padang, dan Lombok. ”Lombok ini baru tahun 2017 bergabung bersama kami,” tuturnya.

Dalam melayani keberangkatan jamaah haji tahun ini pihak Garuda Indonesia akan melakukan persiapan sedini mungkin. Salah satunya menyiapkan armada pesawat yang terbaik bagi jamaah haji Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Garuda Indonesia bersama Askrindo dan dihadiri Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Abdul Jamil serta Kepala Kanwil Kemenag Jateng Farhani menyerahkan santunan asuransi extra cover jamaah haji wafat tahun 2016 kepada ahli waris.

Dari Jateng terdapat dua jamaah haji yang meninggal dalam perjalanan diatas pesawat. Mereka adalah Diyem Binti Joyokromo dari Wonogiri dan Ahmad Marji dari Kebumen.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Farhani, pada tahun 2016 ada 59 jamaah haji asal Jateng yang meninggal dunia. Adapun, dua di antaranya meninggal di pesawat saat perjalanan berangkat dan pulang dari haji.

Regional Managing Director Askrindo Jakarta Semarang, Agus Nugroho menyampaikan, pihaknya melaksanakan pembayaran klaim dari produk asuransi umum kepadaenam jamaah haji yang wafat.

Adapun, dua di antaranya dari Jateng, sedangkan lainnya Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Makasar dan Bengkulu.

”Setiap ahli waris dari jamaah yang meninggal mendapatkan santunan Rp 100juta. Adapun, pada penyerahan klaim ini merupakan wujud sinergi BUMN dalam rangka meningkatkan kualitas layanan yang lebih efisien,” katanya.

(Anggun Puspita/CN34/SM Network)