Gamawan Bantah Terima Uang

by
Foto: liputan6

Foto: liputan6

JAKARTA, kecirit.com – Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyatakan penerimaan uang Rp 50 juta yang disebut dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi adalah uang honor dan bukan aliran dana korupsi.

Gamawan Fauzi mengaku tidak menerima sepeser pun uang terkait korupsi proyek e-KTP. “Saya baca disebut-sebut terima Rp 50 juta untuk 5 daerah. Saya perlu clear-kan, Yang Mulia, karena banyak yang bertanya kepada saya. Uang itu honor saya pembicara, Yang Mulia, di 5 provinsi,” kata Gamawan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/3).

Dia menjelaskan saat menjadi menteri adalah mendapatkan honor sebesar Rp 5 juta per jam untuk jadi pembicara. Hal itu sesuai dengan aturan.

“Karena menurut aturan, 1 jam menteri bicara itu Rp 5 juta. Kalau saya bicara 2 jam, Rp 10 juta,” ujar Gamawan.

Dia menandaskan, penerimaan komisi itu adalah honor resmi. “Saya tanda tangani. Bukan uang dikasih, uang operasional saya, Yang Mulia,” tutur Gamawan.

Dalam surat dakwaan KPK terhadap mantan Dirjen Dukcapil Irman yang kini telah duduk sebagai terdakwa menerima aliran uang sebesar Rp 876.250.000, USD 73.700, dan 6.000 dolar Singapura.

Uang itu disebut digunakan untuk membiayai kepentingan pribadi dan diberikan ke beberapa orang termasuk Gamawan. Gamawan disebut menerima uang Rp 50 juta dari Irman itu pada saat kunjungan kerja di Balikpapan, Batam, Kendari, Papua, dan Sulawesi Selatan.

(Budi Yuwono/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *