Gagal di Timnas, 5 Pemain ini Justru Bawa Tim Luar Negeri yang Dibelanya Berjaya

by
Gagal di Timnas, 5 Pemain ini Justru Bawa Tim Luar Negeri yang Dibelanya Berjaya

Akhir-akhir ini liga luar negeri menjadi destinasi favorit untuk para pesepak bola tanah air. Liga kompetitif dan peluang masuk timnas lebih besar menjadi alasan mereka bermain di sana. Namun, siapa sangka terkadang meski sudah di luar negeri mereka tidak terpilih masuk timnas. Selera pelatih saat menentukan pemain menjadi alasan mutlak yang mengganjal langkah mereka untuk berkostum merah putih. BERITA UNIK

Alasan tersebut memang tidak selamanya terjadi. Pasalnya ada yang masuk namun tidak mendapat menit bermain sama sekali. Meski terlihat suram saat di timnas para pemain tersebut malah mampu menunjukkan kehebatan di klub. Entah faktor apa yang mempengaruhi mereka, namun hal tersebut memang benar terjadi. Seperti kasus Andik yang malah juara di klub Malaysia tapi gagal di timnas. Kasus ajaib pemain Selangor itu tidak hanya menimpa dirinya saja, ada banyak lagi!. untuk mengetahui simak ulasannya berikut. TIPS KESEHARIAN

Ryuji Utomo bermain bagus di Liga Thailand.  INFO SPECIAL

http://danaqq.net/?ref=Ciaciaa



Sebagai pemain sepak bola nama Ryuji Utomo, tentu tidak asing di telinga kita. Bakat besarnya tumbuh di liga Qatar, pria ini juga sering trial di klub-klub negara Asia. Sampai akhirnya berlabuh pada tim liga Thailand seperti sekarang. Postur besar kemampuan bertahan jempolan membuatnya tampil bagus dengan PTT Rayong Fc dengan membuat tim tersebut tidak terkalahkan. Kehebatan saat bermain di klub Thailand ternyata tidak dapat diteruskan di timnas. Selain gagal membawa juara, dirinya juga akrab hanya menjadi pilihan kedua setelah Hansamu Yama. Tercatat hanya beberapa kali saja Ryuji bermain untuk Tim Nasional.

David Laly mutiara hitam di Liga Negeri Jiran



Kisah gemilang di klub luar negeri juga ditorehkan oleh David Laly. Mutiara Papau yang bermain untuk tim liga Malaysia. Memulai karir  tahun 2017 lalu, aksinya kehebatnya membuat pelatih Felcra FC takjub. Membuatnya nama David selalu masuk sebagai pemain inti klub asal Kuala Lumpur itu.  Pemain hebat di sektor sayap ini berkontribusi besar dengan raihan tak terkalahkan Felcra. Tidak jarang aksinya berbuah goal yang menghindarkan dari kekalahan. Tampil bagus di luar negeri tidak jaminan membuatnya tidak mampu berkontribusi banyak untuk timnas. Memperkuat timnas David hanya mampu meraih hasil suram tanpa raihan trophy.

Dedy Gusmawan tampil hebat di Myanmar



Layaknya beberapa pemain tadi kisah Dedi juga tidak berbeda jauh. Tampil bagus bersama klub Myanmar, namun kisahnya malah terjun bebas saat memperkuat Timnas Indonesia. Pemain bertahan yang bagus ini, tercatat hanya sering menjadi penghangat bangku cadangan saat bersama Timnas. Kegagalan timnas meraih juara AFF 2016 namanya juga ada di squad pelatih Swiss Alfred Reild. Pemain asal Sumatra Utara ini, belum sekalipun pernah mempersembahkan Trophy bersama timnas. Dedi saat ini memperkuat Mitra Kukar dan tidak pernah lagi dipanggil timnas. karena munculnya bakat baru.

Bambang Pamungkas Legenda yang Juara Bersama Selangor FA

http://danaqq.net/?ref=Ciaciaa



Semua orang di Indonesia pasti mengetahui nama ini memulai karir tahun 2000 namanya cepat meroket. Bambang merupakan salah satu penyerang hebat di Liga Indonesia. Kiprah Bambang di sepak bola luar negeri bisa dikatakan luar biasa dengan mampu membawa Selangor FA juara. Bahkan mampu memperoleh gelar top skore. Aksi hebat tersebut ternyata tidak menular pada Timnas Indonesia. Pada tahun 2007 kita gagal total pada kompetisi bertajuk Piala Asia dengan hanya menduduki peringkat ketiga. Sungguh sangat disayangkan apabila kegaharannya di atas lapangan tidak dapat membuat negara kita berprestasi.

Andik Vermansyah Berjaya di Liga Malaysia



Seperti halnya Bambang Pamungkas, pria asal Jember tersebut memiliki penampilan yang luar biasa saat membela klub luar negeri. Berkostum Selangor FA gelar Piala Liga Malaysia berhasil dipersembahkannya. Karir hebatnya saat membawa tim asal Negeri Jiran tersebut membuat namanya melonjak. Meski mampu berjaya di negeri orang, namun nama Andik tetap tidak mampu terukir dalam sejarah sebagai Indonesia. Rentetan gagal juara membuat nasibnya suram saat berkostum merah putih. Terakhir mantan pemain Persebaya hampir saja mampu juara pada tahun 2016, sebelum digagalkan oleh cedera.

Semua orang di Indonesia pastinya berharap banyak kepada talenta yang bermain di luar negeri. Meski belum dapat membuat timnas berjaya seperti beberapa cerita tersebut. Namun, kiprah mereka tetap patut untuk diapresiasi, karena mampu membuat nama Indonesia banyak dikenal orang. Selain hal tersebut, mereka dapat meningkatkan kemampuan olah bola dan menjadi contoh untuk para pemain muda apabila berakhir luar negeri.