FP3A Ancam Labrak Pelaksana Perbaikan

by
Foto: kecirit.com/dok

Foto: kecirit.com/dok

KUDUS, kecirit.com – Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem irigasi teknis Kedungombo tidak akan mempersoalkan belum tuntasnya perbaikan jaringan jelang dimulainya musim tanam (MT) I 1 Oktober. Mereka juga tidak keberatan bila saat air irigasi mulai digelontorkan mulai Sabtu (1/10), pelaksana kegiatan masih melakukan proses perbaikan. Namun begitu, petani akan melabrak siapa saja yang melaksanakan kegiatan di jaringan dan mengganggu kelancaran distribusi irigasi.

Ketua FP3A sistem Kedungombo, Kaspono mengemukakan hal tersebut kepada kecirit.com, Jumat (30/9). Menurutnya, saat ini petani hanya fokus pada persiapan awal tanam saja. “Yang penting, jangan mengganggu petani dalam mendapatkan irigasi untuk sawahnya,” katanya.

Idealnya, perbaikan jaringan harus tuntas sebelum dimulainya MT I. Persoalannya, hingga hari ini pada beberapa titik di jaringan irigasi teknis Kedungombo masih banyak pekerjaan perbaikan yang belum selesai. Sesuai komitmen awal, tanggal 1 Oktober air sudah harus digelontorkan. “Kami tidak mau tahu apakah perbaikan jaringan sudah selesai atau tidak karena tenggat waktu penyelesaian sudah disampaikan sebelumnya,” jelasnya.

Pihaknya saat ini hanya menginginkan air irigasi dari Kedungombo dapat digelontorkan hingga menjangkau sawah. Persoalan penyiasataan perbaikan jaringan yang belum selesai, sepenuhnya diserahkan kepada pelaksana kegiatan untuk dapat berkoordinasi dengan perkumpulan petani pemakai air setempat. “Bagaimana pengaturannya silakan, asal jangan mengganggu distribusi irigasi petani,” jelasnya.

Awal MT I sudah terlambat satu bulan dari rencana ideal yakni 1 September. Bila harus tersendat lagi hanya karena perbaikan jaringan irigasi belum tuntas, tentu akan membuat petani semakin resah. “Mundur sebulan saja kami harus mengambil risiko panen mendekati musim penghujan,” paparnya.

Terpisah, Kepala BPSDA Seluna Noviyanto, ketika dikonfirmasi menyatakan sudah mendapat jaminan dari pelaksana kegiatan bahwa irigasi sudah dapat dialiri. Selanjutnya, pekerjaan di atas air yang akan dilanjutkan. “Material sisa perbaikan juga harus dibersihkan dahulu,” tandasnya. (Anton WH/CN38/SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *