Film Indonesia di Mata Jepang

by
(Nia diNata dan pendukung film Three Sassy Sister dalam red carpet pembukaan TIFF 2016. SM/Doc)

(Nia diNata dan pendukung film Three Sassy Sister dalam red carpet pembukaan TIFF 2016. SM/Doc)

TOKYO, kecirit.com – Bagaimana posisi perfilman Indonesia di mata pekerja film Jepang.  Di mata Ishizaka Kenji,  Program Director Tokyo international Film Festival 2016 (TIFF) posisi film Indonesia ditimbang sangat penting sekaligus unik.  Karena,  sebagaimana film dari berbagai belahan negara lainnya,  tema yang diangkat film Indonesia menurut dia,  acap mempunyai nilai penghormatan kepada keberagaman.

Atas alasan itulah,  tahun ini TIFF kembali mengadakan program Crooscut Asia #3 Colourful Indonesia,  yang menyajikan dan menyoroti semangat keberagaman yang dihadirkan 12 film terpilih dari Indonesia.

Kenji dalam sesi wawancara pembukaan TIFF, Selasa (25/10) sore waktu Jepang,  menerangkan historiografi film Indonesia berjalan cukup panjang. Dalam catatannya,  film Indonesia pertama ada sejak dibuatnya film Loetoeng Kasaroeng.

Yang dibuat berdasarkan cerita legenda dari Sunda,  dan disutradarai oleh oleh sutradara dari Belanda, serta dirilis pada l926. Dia membandingkan dengan film pertama yang dibuat oleh orang China okeh The three Wong brothers yang membuat perusahaan film di Shanghai pada tahun 1928, yang kemudian berkembang hingga tahun 30-an.

Baik di Indonesia maupun di China saat itu,  produksi film sempat mandeg lantaran meletusnya perang Dunia II,  dan datangnya penjajajan Jepang.  Sampai akhirnya perang purna, datang lagi tekanan dari Belanda yang memaksa orang Indonesia lebih memilih mewujudkan kemerdekaan,  alihalih mengejar estetika via film.

Pada momen inilah,  hadir sosok Usmar Ismail yang mendirikan Perusahaan Film  Indonesia (Perfini). Yang kemudian berhasil merilis sejumlah film penting seperti The Long March (l950) dan Lewat Djam Malam atau (After the Curfew, l954).

Kenji menambahkan,  pada era presiden Sukarno yang menurut dia sangat pro -Soviet pada 50 an dan 60 an, lahir sutradara muda Sjuman Djaya, dengan film Atheist, (l974). Film ini diselesaikan Sjuman Djaja setelah kelar belajar dari Moscow.

Angin politik kembali berubah pada era Presiden Suharto, yang dikenal acap melakukan pendekatan dictatorship pada tahun 70 an.  Pada era ini,  Kenji mencatat lahir Christine Hakim dan Slamet Rahardjo Djarot.  Yang diasetarakan dengan bintang dari Jepang seperti Yamaguchi Momoe dan Miura Tomokazu.

Sebelum akhirnya booming film Indonesia terjadi pada tahun 80 an,  yang berhasil membuat lebih dari l00 film dalam setahun.  Diantara dengan hadirnya sejumlah bom sex seperti Suzzanna, yang acap hadir dengan film film yang diakategorikan sebagai film kelas B. Di luar hadirnya film bertema aksi laga,  yang sempat moncer di tahun 90 an,  sebelum akhirnya film Indonesia kembali rontok karena hadirnya TV swasta dan alasan lainnya.  Bahkan pada tahun 2000 sempat hanya dilroduksi sebanyak enam film dalam setahun.

Hingga akhirnya datang Garin Nugroho pada masa sulit itu,  dan sempat memenangi TlFF via film Surat untuk Bidadari atau Letter to an Angel (l99l) dan Daun di Atas Bantal atau Leaf on a Pillow (l998).

Pada akhir tahun l990 an,  saat era Suharto mulai bangkrut,  datanglah generasi perfilman anyar,  seperti Riri Riza dan Mira Lesmana, dan sejumlah nama lainnya yang menyusul belakangan,  hingga kini.

Berangkat dari pemahaman pentingnya film Indonesia itulah, Kenji kembali menghadirkan program Crosscut Asia yang digagas The Japan Foundation Asia Center. Program ini,  sepenceritaannya,  sudah ada di TIFF sejak tahub l980 an.

Dan tahun ini, sejumlah sutradara muda Indonesia dengan  berbagai karyanya dihadirkan di TIFF 2016.  Seperti nama  lfa lsfansyah, Angga Dwimas Sasongko, Teddy Soeriaatmadja, Nia Dinata, Kamila Andini dan Mouly Surya, dihadirkan.

Di luar nama Riri Riza, yang hadir bersama sejumlah pendukung film Athirah.  Juga nama Edwin, serta kembali menghadirkan film legendaris karya agung Usmar lsmail yang telah direstorasi.
(Benny Benke/CN41/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...