Festival Tari Warnai Puncak Dies Natalis FK Undip

by
Tari Dadas dibawakan Tim Setasema dari Universitas Palangkaraya dalam  Festival Tari Nusantara Diponegoro (FTND). (kecirit.com/ Puthut Ami Luhur)

Tari Dadas dibawakan Tim Setasema dari Universitas Palangkaraya dalam Festival Tari Nusantara Diponegoro (FTND). (kecirit.com/ Puthut Ami Luhur)

SEMARANG, kecirit.com – Tarian dari seluruh nusantara ditampilkan satu per satu di Fakultas Kedokteran dalam Festival Tari Nusantara Diponegoro (FTND), sebagai puncak Dies Natalis ke 55 Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Prof Edi Dharmana menyatakan, FTND 2016 tentu saja tidak sekedar acara hiburan menyemarakkan Dies Natalis Fakultas Kedokteran (FK) ke-55. Tetapi juga satu cara memberikan soft skill pada lulusan Kedokteran dan mengajak mereka untuk mencintai, mengembangkan dan melestarikan seni budaya tradisional Indonesia.

“Saya berharap FK Undip dapat secara kontinyu melangsungkan acara seperti ini dengan peserta dari Universitas di Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menepis persepsi bahwa mahasiswa FK yang selalu ‘sibuk belajar’ dan disibukkan dengan serangkaian aktivitas akademik,” kata Prof Edi di kampus FK Undip, Jumat (30/9).

Jika diperhatikan masih kata dia, mahasiswa FK mempunyai bakat-bakat di dunia seni dan tidak kalah dengan mahasiswa fakultas lainnya. Ternyata mahasiswa maupun tenaga pengajar di FK Undip mempunyai sense of art dimana tidak hanya sekedar mengkomunikasikan masalah kesehatan dengan pasien atau dengan rekan seprofesi.

FTND kali ini mengundang seluruh Fakultas Kedokteran di Indonesia dimana peserta mengirim hasil kreasi melalui akun Youtube panitia. Totalnya ada 12 video tarian dari sembilan universitas yang turut serta penuh keakraban, sesuai tema ‘Gotong Royong Guyup Sak Lawase.’

(Puthut Ami Luhur/ CN33/ SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *