Evakuasi Sembilan Truk Terkendala Cuaca Tak Menentu

by
EVAKUASI TRUK: Sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi sembilan truk yang terkubur material banjir lahar hujan di Cawang Kulon, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. (kecirit.com/MH Habib Shaleh)

EVAKUASI TRUK: Sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi sembilan truk yang terkubur material banjir lahar hujan di Cawang Kulon, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. (kecirit.com/MH Habib Shaleh)

MAGELANG, kecirit.com – Proses evakuasi sembilan truk yang terkubur banjir lahar hujan dari Gunung Merapi terkendala cuaca buruk dan tingginya timbunan material. Cuaca di atas Gunung Merapi tidak menentu sehingga dikhawatirkan bisa memicu banjir lahar susulan.

Hingga Jumat (28/10) siang baru tiga truk pasir berhasil dievakuasi dari timbunan material di Kali Bebeng, tepatnya di Cawang Kulon, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Namun para sopir dan penambang menargetkan evakuasi bisa selesai secepatnya menghindari ancaman banjir lahar hujan.

Tokoh Masyarakat Desa Kaliurang Suharno menjelaskan kedalaman timbunan material banjir lahar mencapai sekitar lima meter lebih. “Tingginya lapisan material dan tumpukan batu membuat evakuasi sulit dilakukan secara manual,” jelas Suharno.

Untuk itu, masyarakat dan penambang meminta bantuan tiga alat berat milik PT Surya Karya Setiabudi (SKS) guna membuka akses jalan dan mengevakuasi kesembilan truk. Disebutkan faktor cuaca yang yang tidak menentu menjadi kendala tersendiri proses evakuasi karena tebing tinggi di kanan dan kiri sungai curam sehingga rawan longsor saat hujan turun.

Menurut Suharno jika terjadi hujan maka kendaraan dan alat berat tidak bisa menyelamatkan diri dengan cepat. “Untuk mempercepat proses evakuasi kami minta tolong tiga alat berat kepada SKS. Kalau cuaca mendukung saya yakin satu hari truk dapat terangkat semua,” kata Suharno.

Kasi Humas Polsek Srumbung Aiptu Nahrowi mengatakan proses evakuasi dimulai Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB dengan melibatkan tiga alat berat dan puluhan warga. Ia menegaskan bahwa para penambang harus berpacu dengan waktu guna menghindari ancaman banjir lahar yang bisa menerjang setiap waktu.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah terkuburnya sembilan truk di Kali Bebeng, Kabupaten Magelang. Dikatakan bahwa dari 9 truk yang terseret lahar dingin terdapat 6 truk rusak berat. Evakuasi truk dilakukan oleh BPBD Kabupaten Magelang bersama dengan relawan dan masyarakat.

Menurut Sutopo potensi banjir lahar hujan susulan di sekitar Gunung Merapi masih tinggi. Pasalnya, material piroklastik produk erupsi Gunung Merapi selama Oktober hingga November 2010 lalu diperkirakan masih tersisa sekitar 20-25 juta meter kubik di puncak dan lereng Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Sleman, Yogyakarta.

Ia mengingatkan bahwa meningkatnya curah hujan membuat potensi banjir lahar hujan juga meningkat. Disebutkan sungai-sungai berhulu di puncak Gunung Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut rawan banjir lahar. Yakni Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Kringsing, dan Kali Apu.

“Penambangan pasir memang telah mengurangi besaran banjir lahar hujan karena di beberapa sabodam pasir telah kosong dan dasar sungai juga sudah ditambang sehingga saat banjir akan mengisi ruang yang kosong tersebut,” kata dia. (MH Habib Shaleh/CN38/SM Network)

MAGELANG,kecirit.com – Proses evakuasi sembilan truk yang terkubur banjir lahar hujan dari Gunung Merapi terkendala cuaca buruk dan tingginya timbunan material. Cuaca di atas Gunung Merapi tidak menentu sehingga dikhawatirkan bisa memicu banjir lahar susulan.
Hingga Jumat (28/10) siang baru tiga truk pasir berhasil dievakuasi dari timbunan material di Kali Bebeng, tepatnya di Cawang Kulon, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Namun para sopir dan penambang menargetkan evakuasi bisa selesai secepatnya menghindari ancaman banjir lahar hujan.
Tokoh Masyarakat Desa Kaliurang Suharno menjelaskan kedalaman timbunan material banjir lahar mencapai sekitar lima meter lebih. “Tingginya lapisan material dan tumpukan batu membuat evakuasi sulit dilakukan secara manual,” jelas Suharno.
Untuk itu, masyarakat dan penambang meminta bantuan tiga alat berat milik PT Surya Karya Setiabudi (SKS) guna membuka akses jalan dan mengevakuasi kesembilan truk. Disebutkan faktor cuaca yang yang tidak menentu menjadi kendala tersendiri proses evakuasi karena tebing tinggi di kanan dan kiri sungai curam sehingga rawan longsor saat hujan turun.
Menurut Suharno jika terjadi hujan maka kendaraan dan alat berat tidak bisa menyelamatkan diri dengan cepat. “Untuk mempercepat proses evakuasi kami minta tolong tiga alat berat kepada SKS. Kalau cuaca mendukung saya yakin satu hari truk dapat terangkat semua,” kata Suharno.
Kasi Humas Polsek Srumbung Aiptu Nahrowi mengatakan proses evakuasi dimulai Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB dengan melibatkan tiga alat berat dan puluhan warga. Ia menegaskan bahwa para penambang harus berpacu dengan waktu guna menghindari ancaman banjir lahar yang bisa menerjang setiap waktu.
Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah terkuburnya sembilan truk di Kali Bebeng, Kabupaten Magelang. Dikatakan bahwa dari 9 truk yang terseret lahar dingin terdapat 6 truk rusak berat. Evakuasi truk dilakukan oleh BPBD Kabupaten Magelang bersama dengan relawan dan masyarakat.
Menurut Sutopo potensi banjir lahar hujan susulan di sekitar Gunung Merapi masih tinggi. Pasalnya, material piroklastik produk erupsi Gunung Merapi selama Oktober hingga November 2010 lalu diperkirakan masih tersisa sekitar 20-25 juta meter kubik di puncak dan lereng Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Sleman, Yogyakarta.
Ia mengingatkan bahwa meningkatnya curah hujan membuat potensi banjir lahar hujan juga meningkat. Disebutkan sungai-sungai berhulu di puncak Gunung Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut rawan banjir lahar. Yakni Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo,Kali Kringsing, dan Kali Apu.
“Penambangan pasir memang telah mengurangi besaran banjir lahar hujan karena di beberapa sabodam pasir telah kosong dan dasar sungai juga sudah ditambang sehingga saat banjir akan mengisi ruang yang kosong tersebut,” kata dia. (MH Habib Shaleh/CN38/SM Network)