Enam Rumah Dikosongkan

by

MAGELANG- Bencana alam tanah longsor di Dusun Palungan, Desa Sidosari, Salaman, Kabupaten Magelang, menyisakan kepedihan bagi sejumlah warga.

Sebanyak tiga orang harus opname di Puskesmas Salaman dan sejumlah rumah dikosongkan, karena khawatir terjadi longsor susulan. Warga yang opname sejak Rabu siang (28/9) adalah Fadhoil (45) beserta anaknya Wahyu Abiyan (11), dan ibunya Khosidah (65). Fadhoil harus beristirahat di puskesmas rawat inap karena shock, sementara anaknya sudah menderita sakit lemas sejak beberapa hari sebelumnya. Sedangkan ibunya harus opname, karena sempat beberapa kali terjatuh saat menyelamatkan diri dari kejaran tanah longsor. ‘’Mbah Khosidah saat lari sempat terjatuh sampai enam kali sampai badannya lebam-lebam,’’ kata seorang tetangganya kemarin.

Bencana alam yang terjadi pada Selasa petang (27/9) itu, tanah longsor menghantam bagian depan rumah yang dihuni keluarga Mat Yasin. Rumah berukuran 9×14,5 meter itu menghadap utara dan di depannya ada rumah kosong Mat Yasin yang menghadap selatan (berhadapan). Di sebelah kirinya adalah rumah milik Fadhoil. Akibat bukit di bagian barat daya ketiga rumah tersebut longsor, rumah Fadhoil dan rumah kosong Mat Yasin tertimbun tanah. Rumah Mat Yasin yang rusak pada bagian depan dan kirinya pun sudah tidak ditempati. Kemarin perabot rumah tangga beserta seluruh isinya diungsikan ke tempat yang aman. Selain itu beberapa rumah di sebelah timur dan belakang rumah korban dikosongkan sejak Rabu siang (28/9).

Rumah yang telah dikosongkan adalah milik almarhum Basori (rumah kosong), rumah Isman yang selama ini dihuni lima jiwa, rumah Nurhayati yang ditempati anaknya bernama Novi, rumah Fahrur dengan tiga jiwa, dan rumah Tohirin yang selama ini dihuni dua orang. Mereka mengungsi di rumah Usup dan Slamet Zaenun. ‘’Karena takut terjadi longsor lagi, beberapa rumah itu dikosongkan,’’tutur Tri Lestari warga setempat.

Kades Sidosari Makmun Triyono ketika ditemui Kamis siang (29/9) menyatakan dalam tujuh hari ke depan akan digunakan untuk mencari harta benda milik korban. Sebab masih banyak barang berharga yang tertimbun longsoran tanah setebal tiga meter. Upaya pengerukan menggunakan alat berat belum memungkinkan, karena lahannya masih lembek dan tanahnya masih bergerak. Selanjutnya setelah barang berharga milik para korban sudah ditemukan akan dibuat rencana pembangunan rumah untuk para korban. Disebutkan, lokasi lama tidak akan ditempati lagi, karena lahan di sekitarnya masih rawan longsor.

Menurut rencana Fadhoil akan mendirikan rumah baru di lahan miliknya yang ada di tepi jalan desa, tak jauh dari rumah yang lama. Sedangkan Mat Yasin akan mendirikan rumah di lahan milik saudaranya. Menurut rencana akan tukar guling dengan lahan yag terkena tanah longsor. ‘’Akan ijol-ijolan lahan, karena lahan lama masih rawan, kalau hujan tanahnya masih berjalan,’’ kata kades. Dikatakan, dia sudah mengusulkan bantuan ke Pemkab Magelang dalam bentuk uang.

Tetapi hasil rapat di BPBD Kabupaten Magelang yang dilaksanakan Kamis siang (29/9) belum mendapat kepastian. Akan dicarikan jalan pintas, dengan alasan kalau menunggu dana APBD waktunya lama, yakni tahun 2017. Sebelumnya diberitakan, akibat tanah longsor, dua rumah rata dengan tanah, satu rumah rusak parah. Lima (bukan enam) buah sepeda motor yang semua tertimbun tanah sudah berhasil ditemukan. Awalnya Fadhoil berusaha membendung air sawah yang mengalir deras ke arah permukiman, namun malah terjadi tanah longsor. (yon-32)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *