Emas Perkasa Disaat Lengahnya US Dolar

by
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Chandra Suwarno
(Business Manager PT.Valbury Asia Futures Semarang)

Di saat perayaan Diwali di negara terbesar ke dua konsumen emas di dunia yaitu India. XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,276 dolar AS pada perdagangan kemarin Rabu (26/10)

Dalam perayaan Diwali di India yang dirayakan mulai rabu (26/10) sampai dengan 1 November mendatang, emas merupakan bagian penting untuk ikut peran di dalam nya. Sejak beberapa minggu lalu, permintaan emas di India naik cukup signifikan dan sedikit demi sedikit masyarakat India kembali membeli emas.

Dan Harga emas di sesi perdagangan Asia pada kemarin Jumat (28/10) meningkat dengan kisaran level harga 1,270 dolar AS. Harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember berada di kisaran level harga 1,271 dolar AS per troy ons naik sebesar 0.19 persen, laporan dari Comex New York Mercantile Exchange. Pada pekan ini, harga emas terpantau sudah mengalami peningkatan harga sebesar 0.2 persen dan sebagian besar investor yang menunggu arah kebijakan the Fed.

Dalam sesi perdagangan hari Kamis kemarin, untuk rilis data Durable Goods Orders di bulan September yang kurang bagusharga emas naik sedikit setelah nya. Berdasarkan data dari Departemen Perdagangan AS, secara tak terprediksi total order, termasuk item transportasi, menurun 0.1 persen. Padahal, para analis memperkirakan total order ini akan meningkat 0.1 persen.

Sesuai ekspektasi para analis sebelumnya Data Durable Goods yang tidak memperhitungkan barang-barang transportasi mampu meningkat 0.2 persen. Tapi rilis data Durable Goods yang pengecualian peralatan militer merosot ke -1.2 persen pada bulan September.

Untuk data lain yang dirilis oleh Departemen Ketenagakerjaan AS, menyatakan bahwa Initial Jobless Claims AS berada di bawah ekspektasi, yakni hanya turun sebesar 3,000 menjadi 258,000.Perlu diketahui bahwa apabila the Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga-nya, dolar AS akan cenderung menguat. Oleh karena itu akan menyebabkan minat investor terhadap emas turun dan harga emas menjadi mahal bagi pemegang mata uang asing lain.

Rilis data terbaru ekonomi AS untukInitial Jobless Claims sedikit melemahkan probabilitas kenaikan suku bunga oleh the Fed. Menurut Fed Rate Monitor Tool Investing, peluang untuk kenaikan tingkat suku bunga AS bulan Desember menurun menjadi 74 persen dari sebelumnya 78 persen.

Dan pada Jumat (28/10) Emas berjangka berakhir naik di level 1284.00 karena melemah nya dolar AS meskipun data produk domestik bruto menguat. Dengan emas mendapat dukungan karena indeks dolar AS turun 0,5 persen menjadi 98,44. Serta Emas juga mendapat sedikit jumlah dukungan tambahan ketika Indeks Dow Jones Industrial Average AS turun tiga poin atau 0,02 persen. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.Namun, logam mulia dicegah dari kenaikan lebih lanjut setelah Departemen Perdagangan AS merilis laporan produk domestik bruto (PDB) lebih kuat dari perkiraan pada Jumat.

PDB AS naik sebesar 2,9 persen selama kuartal ketiga 2016, lebih tinggi daripada konsensus. Para analis mencatat bahwa konsumsi pribadi dan pesanan barang-barang tahan lama juga meningkat, dengan barang-barang tahan lama menguat 9,5 persen.

The Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bulan Desember mendatang.Investor didorong oleh data PDB yang lebih kuat dari perkiraan, dan percaya bahwa dengan mempertimbangkan data AS baru-baru ini yang kuat.Sementara itu para investor juga sedang menunggu pertemuan FOMC November pekan depan untuk menciptakan pelaku pasar utama di emas. Pengumuman FOMC diperkirakan setelah penutupan pasar pada Rabu (2/11).

Dan untuk pekan ini perlu diperhatikan laporan pendapatan pribadi dan pengeluaran pada Senin (31/10), laporan indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) dan laporan ketenagakerjaan ADP pada Rabu (2/11), klaim pengangguran mingguan pada Kamis (3/11), serta laporan ketenagakerjaan besar dan laporan perdagangan internasional pada Jumat (4/11).