Dua Titik Jalan Nasional Ditingkatkan

0
34

BANYUMAS – Dua titik jalan nasional di jalur tengah yaitu di wilayah Kecamatan Ajibarang dan Wangon direncanakan akan ditingkatkan pada 2017 mendatang.

Sementara untuk kerusakan jalan di jalur tengah yang selama ini terjadi khususnya jalur Ajibarang-Wangon dan Ajibarang- Pekuncen ditangani dengan pemeliharaan rutin. Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen Jalan dan Jembatan Slawi-Bumiayu-Wangon Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Wahyu SW, kemarin.

Dua Titik jalan yang akan ditingkatkan di jalur Ajibarang- Purwokerto tepatnya di Grumbul Munggangsari, Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang dan jalur Ajibarang-Wangon tepatnya di Desa Banteran, Kecamatan Wangon. Dua jalur tersebut sempat dilanda longsor dan mengalami kerusakan yang parah. “Untuk Ajibarang sepanjang 200 meter, sebelumnya telah dilanda longsor.

Sementara jalan Wangon jalan sepanjang 400 meter beberapa waktu lalu ditanami pisang. Nantinya cekungan jalan itu akan diuruk dan ditingkatkan. Beberapa waktu lalu juga langsung kami tangani,” jelasnya. Ditanya soal kerusakan jalan lainnya, terutama di ruas Ajibarang-Pekuncen, Wahyu menyatakan, jalan tersebut tetap masuk pemeliharaan rutin.

Dia tak memungkiri jika kerusakan jalan di jalur tersebut memang cukup parah. Hujan deras dan lintasan kendaraan bermuatan berat di jalur tersebut memang sangat cepat memicu kerusakan jalan di jalur tersebut. Dia mengakui sebagaian kondisi jalan di jalur tengah termasuk dari arah Ajibarang- Pekuncen sudah tak ideal lagi.

Lubang Jalan

“Dengan kondisi jalan yang ada saat ini memang kapasitasnya tak ideal lagi menampung banyaknya kendaraan yang melintas. Makanya secara bertahap jalur ini memang terus dibenahi. Namun memang cuaca saat ini juga turut mempercepat kerusakan jalan,” katanya.

Hingga kemarin, kerusakan jalan yang berat terlihat jelas terutama di wilayah Kecamatan Pekuncen tepatnya mulai dari Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang hingga Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen. Sementara itu di jalur Ajibarang- Wangon kerusakan jalan yang sangat mencolok terlihat di Desa Banteran, Kecamatan Wangon. Sebelum diuruk oleh petugas dinas terkait, warga Banteran sekitar lokasi jalan rusak menanam batang pohon pisang di lubang jalan tersebut.

Tak hanya di wilayah Wangon, warga Kecamatan Pekuncen memasang drum bekas, perkakas kayu, dan tongkat bambu berbendera karung putih sebagai penanda jalan rusak. Hal itu terlihat di Desa Banjaranyar, Pekuncen dan Cikawung. Sementara di lokasi jalan rusak yang jauh dari pemukiman, lubang jalan terlihat menganga dipenuhi air usai hujan deras turun.

“Ironisnya jalur yang rusak dan berlubang ini merupakan jalur yang rawan kecelakaan seperti di Parakansinjang, Karangnangka Desa Banjaranyar hingga dekat tikungan tajam Desa Pekuncen. Kami lihat belum lama jalur ini diperbaiki, namun jalur ini kembali rusak setelah diguyur hujan deras,” kata Yulianto, warga Pekuncen. Terkait dengan kerusakan jalan, harapan pelebaran, peningkatan kualitas jalan di jalur tengah terus mengemuka di masyarakat.

Pasalnya sudah terbukti jika perbaikan jalan dan penambalan jalan berlubang yang dilaksanakan berulangkali ini dinilai tak efektif untuk membuat jalan lebih kuat dan tahan lama. Peningkatan jalan ini dinilai juga penting karena jika terjadi kerusakan di jalur pantura dan selatan, maka jalur tengah menjadi lintasan kendaraan.

Pengalaman jalur Comal, Pemalang putus tahun lalu yang menyebabkan peralihan kendaraan berat ke jalur tengah beberapa waktu lalu harus menjadi pembelajaran semua pihak “Kondisi jalur tengah yang terbatas kapasitasnya menjadi banyak yang rusak. Makanya kami berharap wacana pelebaran dan peningkatan jalan yang terdengar sejak dulu dapat direalisasikan,” jelas anggota DPRD Banyumas, Samsudin. (K37-45)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here