Dua Tahun Jokowi-JK, Pelanggaran HAM Belum Dituntaskan

by
Foto: kecirit.com / Agustinus Ariawan

Foto: kecirit.com / Agustinus Ariawan

SOLO, kecirit.com – Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berdemonstrasi menyikapi dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), di halaman Balai Kota, Kamis (20/10). Mereka menilai, duet pemimpin tersebut belum mampu menuntaskan sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

“Berbagai kasus pelanggaran HAM tak kunjung tuntas, meski pemerintahan terus berganti. Karena itu kami akan terus menggelorakan semangat menolak lupa akan pelanggaran HAM terhadap aktivis Munir, Wiji Thukul, dan lainnya,” tegas koordinator umum aksi, Khoirul Andiani dalam orasinya.

Pendemo juga menyoroti gaya kepemimpinan Presiden Jokowi yang terkesan merakyat. Mereka mempertanyakan apakah gaya tersebut hanya bermaksud menuai simpati rakyat. “Apakah benar-benar merakyat atau hanya kamuflase. Seperti bunglon yang bisa berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi,” kata dia.

Sembilan program prioritas Jokowi-JK yang bertajuk Nawacita juga tak luput dari penilaian pengunjuk rasa. Mereka menganggap, Nawacita belum sepenuhnya
direalisasikan. “Khususnya poin kedua dan keempat. Tata kelola pemerintahan, konsolidasi demokrasi, reformasi, dan sistem kepartaian yang belum terselesaikan. Selain itu reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi juga belum optimal, serta  masih maraknya kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) di Indonesia,” tandas Khoirul.

Tak ketinggalan, peserta aksi juga mendesak penuntasan reformasi agraria. Mereka menginginkan adanya penyelesaian sengketa lahan yang banyak merugikan rakyat, serta pengusutan pelaku konflik tersebut.

Pengunjuk rasa memulai aksi dari Bundaran Gladag. Sembari berorasi, mereka berjalan menyusuri Jalan Jenderal Sudirman menuju halaman Balai Kota. Di lokasi tersebut pendemo membentuk lingkaran dan terus berorasi menyuarakan sejumlah tuntutan. Sebuah aksi teatrikal yang menunjukkan ketidakadilan pemerintah terhadap rakyat kecil juga diperagakan sejumlah pengunjuk rasa, sebelum akhirnya membubarkan diri.

(Agustinus Ariawan / CN26 / SM Network)

loading...