Drainase di Semarang Tak Lebih Baik dari Bandung

by
pembenahan drainase sebagai solusi mengatasi bencana rob. (foto: istimewa)

pembenahan drainase sebagai solusi mengatasi bencana rob. (foto: istimewa)

SEMARANG, kecirit.com – Banjir di kawasasan Pasteur Bandung Senin sore kemarin, pelajaran berharga bagi kota-kota besar lainnya untuk memperhatikan sistemdrainase, termasuk di Kota Semarang. Karena di Ibukota Jawa Tengah ini, seperti dikatakan pakar hidrologi Univerfsitas Diponegoro DR Ir Nelwan Dipl HE, drainasenya juga masih mengkhawatirkan, terutama di Semarang Utara.

“Pemkot harus mulai mengubah pandangan untuk tidak terlalu terkonsentrasi di Simpanglima saja untuk perbaikan sistem drainesanya. Tapi di kawasan seperti jalan Petek, Kakap, Gurami, atau Purwosari Perbalan drainesanya dibiarkan terus buruk. Terlebih lagi di wilayah ini penurunan muka tanahnya sangat besar,” kata Nelwan, Selasa (25/10).

Nelwan melihat, justru sistem drainase di Kota Bandung lebih baik dari Semarang. “Ini terbukti tadi malam banjir di kawasan Pasteur cepat sekali surut, meski sebelumnya terjadi banjir karena luapan sungai,” lanjut Nelwan.

Banjir yang disebabkan oleh luapan air sungai tidak bisa disamakan dengan akibat buruknya sistem drainase. “Karena kalau banjir karena luapan sungai, itu karena debitnya terlalu besar dan kondisi sungai tidak kuat menampung air. Sedangkan untuk drainase, itu dibangun untuk menampung air hujan di perkotaan saja. Jadi keduanya tidak bisa digabungkan,” pungkas Nelwan.

(Bambang Isti/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)