DPR Nilai Putusan Pembunuh Yuyun Bisa Jadi Yurisprudensi

0
37
Foto: indoheadlinenews

Foto: indoheadlinenews

JAKARTA, kecirit.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rejanglebong, Provinsi Bengkulu menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Zainal alias Bos (23) salah satu terdakwa pembunuh Yuyun (14). Zainal dinilai sebagai otak kejahatan pembunuhan terhadap siswi SMP tersebut.

Ketua Fraksi PPP DPR RI Reni Marlinawati mengapresiasi atas putusan majelis hakim yang memvonis mati terhadap salah satu pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun. Dia menilai, putusan itu dapat menjadi yurisprudensi bagi hakim lainnya dalam menghadapi perkara kejahatan seksual lainnya. “Putusan hakim ini memberi pesan nyata komitmen negara dalam melawan kejahatan seksual pada anak, perempuan dan sejenis,” tegas Reni, Jumat (30/9).

Dia juga berpendapat, putusan hakim ini juga memberi pesan kepada DPR dan pemerintah untuk segera mempercepat pembahasan RUU Penghapusan Kejahatan Seksual (PKS) yang sudah disepakati dalam Prolegnas prioritas tahun 2016 ini. Reni juga meminta ke segenap stakeholder untuk senantiasa mengkampanyekan kesadaran di masyarakat khususnya terhadap anak didik melalui jalur pendidikan akan bahaya kejahatan. Langkah preventif ini penting untuk meminimalisir penyebaran kejahatan ini sekaligus menumbuhkan sikap sigap atas ancaman kejahatan.

“Kami menyerukan agar pemerintah dan DPR dapat memprioritaskan pembahasan RUU ini mengingat urgensi keberadaan regulasi tersebut,” ujar anggota Komisi X DPR ini.

Seperti diketahui, selain Zainal, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, menjatuhkan vonis hukuman 20 tahun penjara terhadap empat terdakwa lainnya, yakni Tomi Wijaya (19) alias Tobi, M Suket (19), Mas Bobby (20), dan Faisal alias Pis (19). Sebelumnya, pengadilan yang sama juga telah menjatuhkan tujuh terdakwa lainnya, yakni AL, SL, FS, EK, SU, DE dan DH, masing-masing hukuman 10 tahun penjara. (Mahendra Bungalan/CN38/SM Network)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here