Dongkrak Sanitasi Sehat, Jambanisasi di Kawasan Pabrik Diintensifkan

by
JAMBAN SEHAT : Salah satu jamban sehat milik warga Desa Kadiwono Kecamatan Bulu kerap digunakan untuk beberapa keluarga yang belum memiliki jamban sendiri. (kecirit.com/Ilyas al-Musthofa)

JAMBAN SEHAT : Salah satu jamban sehat milik warga Desa Kadiwono Kecamatan Bulu kerap digunakan untuk beberapa keluarga yang belum memiliki jamban sendiri. (kecirit.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, kecirit.com – Jambanisasi di wilayah pedesaan yang berada di kawasan pabrik industri PT Semen Indonesia di Rembang semakin diintensifkan. Program ini terus dijalankan untuk mendongkrak budaya warga dalam menciptakan sanitasi yang sehat untuk lingkungan.

Sementara ini, total sudah ada 50 keluarga yang berada di kawan pabrik yang mendapatkan akses bantuan jamban dari PT Semen Indonesia. Keluarga tersebut tersebar di lima desa di Kecamatan Gunem dan Bulu. Rinciannya, 42 jamban untuk warga di Kecamaan Gunem serta 8 jamban untuk warga di Kecamatan Bulu.

Warga yang mendapatkan bantuan jamban sehat itu berada di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Kajar, Pasucen, Timbrangan dan Tegaldowo yang semuanya berada di Kecamatan Gunem. Warga di desa tersebut selama ini memang dikenal masih memiliki perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Penggagas program jambanisasi Desa Kadiwono dan penggerak program kesehatan lingkungan Kecamatan Bulu, Ana Rini Wiharjati mengungkapkan, saat ini sudah ada 8 keluarga yang mendapatkan bantuan jamban di desanya dari perusasahaan.

Bantuan tersebut kenyataannya sedikit mengurangi budaya BABS warga di Desa Kadiwono. Sebab, sejak banyak warga memiliki jamban sendiri, sebagian warga lainnya yang belum memiliki akhirnya menumpang saat melakukan Buang Air Besar (BAB).

“Kami juga mengakui, saat ini masih ada sebagian warga di desa yang masih memiliki budaya BABS. Biasanya mereka melakukan aktivitas BABS di sungai desa atau semak-semak sekitar permukiman. Kondisi seperti ini tidak sehat untuk masyarakat,” jelas dia.

Ia menyebutkan, di Desa Kadiwono total ada 60 keluarga yang masih membutuhkan bantuan jamban. Rinciannya, ada 50 keluarga belum memiliki jamban, serta 10 keluarga kondisi jambannya tidak layak pakai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, Ali Syofi’i mengungkapkan, saat ini baru ada 91 desa di Rembang yang sudah menyandang status Open Defecation Free (ODF) atau bebas BABS. Artinya saat ini masih kurang 203 desa dan kelurahan yang harus segera mendeklarasikan diri sebagai desa ODF.

(Ilyas al-Musthofa/CN19/RED_KECIRIT NEWS UPDATE)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *