Diundang Klarifikasi, WS Basuki Langsung Disanksi

0
37
BERIKAN KESAKSIAN: Saksi Bambang Santoso, Wakil Sekretaris DPD Nasdem Kota Semarang era kepemimpinan WS Basuki memberikan kesaksian dalam sidang di PN Semarang, Kamis (29/9). (kecirit.com/Royce Wijaya)

BERIKAN KESAKSIAN: Saksi Bambang Santoso, Wakil Sekretaris DPD Nasdem Kota Semarang era kepemimpinan WS Basuki memberikan kesaksian dalam sidang di PN Semarang, Kamis (29/9). (kecirit.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, kecirit.com – Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang WS Basuki pernah diundang klarifikasi ke DPP Nasdem terkait penyelesaian masalah partai. Namun, sesampainya di Jakarta, ternyata Windu Suko Basuki langsung diberikan opsi atau pilihan akan sanksi dari Nasdem. Opsinya itu adalah WS Basuki keluar dari partai atau diganti keanggotaan DPRD Kota Semarang melalui pergantian antar waktu (PAW). Kalau opsi tidak dipilih, bahkan akan dikeluarkan dari partai dan dilakukan PAW untuk penggantinya sebagai anggota dewan.

Pernyataan itu diungkapkan saksi Bambang Santoso, wakil sekretaris DPD Nasdem Kota Semarang di era kepemimpinan WS Basuki dalam sidang di PN Semarang, Kamis (29/9). “Pernah mendengar (WS Basuki, red) akan diberhentikan dari Nasdem dengan alasan tidak mengindahkan garis aturan partai. Saat itu sempat ada undangan klarifikasi (DPP Nasdem, red), sampai DPP ternyata malah seperti akan dieksekusi karena harus memilih opsi sanksi yang diberikan partai,” tandas Bambang dihadapan ketua majelis hakim PN Semarang Pudjo Unggul.

Dalam perkara ini, WS Basuki menggugat DPP Nasdem yang dinilai melakukan perbuatan melawan hukum karena menerbitkan surat keputusan (SK) DPP Partai Nasdem Nomor 011/2016 tertanggal 30 April 2016 tentang Pemberhentian Anggota Nasdem dan Pergantian Antar Waktu (PAW). Dalam gugatannya, majelis hakim diharapkan bisa mengabulkan permohonannya agar SK DPP dibatalkan serta Nasdem mengganti kerugiannya sebesar Rp 56 miliar.

Menurut Bambang, penggugat memiliki banyak kontribusi terhadap partai, termasuk menggelar wayang kulit dan memberikan bantuan air bersih. Pada Senin (26/9) gugatan WS Basuki juga disidangkan dengan menghadirkan Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Nasdem Kota Semarang Bambang. Saksi dalam kesempatan itu masih mengakui dan menganggap penggugat sebagai ketua DPD Nasdem Kota Semarang.

“Menurut saya (penggugat, red) masih ketua DPD Nasdem Kota Semarang. SK (surat keputusan, red) nya kan per tahun 2013- 2018, SK pemberhentiannya sebagai ketua DPD juga tidak ada,” kata saksi Bambang, wirausahawan bidang air minuman kemasan tersebut.

Di sisi lain, DPP Nasdem diwakili kuasa hukumnya, Fajar Tri Nugroho. Fajar juga mempertanyakan soal rencana pencalonan penggugat sebagai wali kota dalam Pilwalkot Semarang 2015. Terbukti, WS Basuki juga telah memasang banner besar di lokasi strategis. Padahal, Nasdem sudah memiliki calon wali kota saat itu Hendrar Prihadi. (Royce Wijaya/CN38/SM Network)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here