Diawali Shalat Dhuha, 30 Tukang Berangkat ke Kinabalu

by
Para TKI yang akan berangkat ke Malaysia berpamitan usai shalat dhuha bersama di Masjid Arrahman, Colomadu. (kecirit.com/ Joko Dwi Hastanto)

Para TKI yang akan berangkat ke Malaysia berpamitan usai shalat dhuha bersama di Masjid Arrahman, Colomadu. (kecirit.com/ Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, kecirit.com – Sebanyak 30 tukang profesional yang sudah lolos uji kompetensi di bidang konstruksi diberangkatkan ke Kinabalu, Malaysia Timur. Mereka akan dipekerjakan ke beberapa perusahaan yang sedang mengerjakan proyek konstruksi di wilayah itu. Mereka berasal dari Karanganyar, Purwodadi, Wonogiri, Cilacap dan lainnya.

Sebelum berangkat ke Bandara Adisoemarmo yang akan membawa mereka ke Kuala Lumpur lanjut ke Kinabalu, mereka bersama-sama melakukan shalat dhuha di Masjid Arrahman, Colomadu dan mendapatkan wejangan dari Kadisdagnakerkop Karanganyar Waluyo Dwi Basuki dan Kabid Perlindungan Tenaga Kerja Murseno.

Para TKI itu diberangkatkan oleh PT Alkurnia, Colomadu, Karanganyar yang menerima order tukang profesional sekitar 200 orang dari Jateng. Namun sementara masih belum terpenuhi dan baru 30 orang yang akan diberangkatkan.

“Sisanya masih menjalani uji kompetensi, karena kami harus mendatangkan tim yang menguji dari Malaysia. Dengan begitu keahlian mereka benar-benar sudah sesuai dengan perusahaan yang mempekerjakan,” kata Herdiman Sunggarisnan, Dirut PT Alkurnia.

Dia mengatakan, setelah ini sekitar April akan dikirimkan lagi 50 orang tukang batu yang juga akan dikirimkan ke wilayah Kinabalu. Di wilayah pantai timur Malaysia itu, beberapa perusahaan seperti China Borneo Builders Sdn Bhd, Petronas dan lainnya.

Untuk bekerja di perusahaan konstruksi besar itu, memang dibutuhkan keahlian yang benar-benar memiliki keterampilan yang memadai. Pekerjaannya dinilai sempurna tak hanya dari sisi ketepatan ukuran, namun juga kecepatan.

Saat uji kompetensi, mereka diminta memperagakan keterampilannya dengan menyusun batu bata, dengan jumlah tertentu, ukuran tertentu dan waktu yang sudah ditentukan pula. Jika salah satunya saja tidak terpenuhi, dia langsung dicoret dan dinyatakan tidak lolos. Mereka diawasi langsung dari tenaga ahli dari perusahaan pemakai yang didatangkan ke Karanganyar.

“Setelah dinyatakan lulus, mereka baru diuruskan untuk membuat paspor, dokumen keberangkatan termasuk visa kerja, perjanjian lainnya yang sudah disepakati dan ditandatangani di depan Disdagnakertrans Karanganyar. Jadi semua memang formal,” kata dia.

Soal gaji, kata Herdiman, dijamin akan sesuai dengan yang diharapkan. Dia memperlihatkan gaji yang diterima pekerja yang sudah dikirimkan ke wilayah itu, sebulan antara Rp 7 juta sampai Rp 12 juta. Bahkan untuk pekerja ahli di bidang las, gajinya sampai Rp 21 juta perbulan.

(Joko Dwi Hastanto/ CN33/ SM Network)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *