Di Magelang Sehari Ada 13 Titik Longsor

by
LONGSOR LAGI: Longsor kembali menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang akibat hujan deras. Sejumlah sukarelawan bekerjabakti membersihkan material longsor yang menutup jalan. (kecirit.com/MH Habib Shaleh)

LONGSOR LAGI: Longsor kembali menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang akibat hujan deras. Sejumlah sukarelawan bekerjabakti membersihkan material longsor yang menutup jalan. (kecirit.com/MH Habib Shaleh)

SAWANGAN, kecirit.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magelang memicu longsor terus menerus. Sepanjang Rabu sore sampai malam tercatat ada 12 titik longsor, baik longsor besar maupun longsor kecil-kecil. Untuk itu, masyarakat di lokasi rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengungkapkan ke-13 titik longsor tersebut yaitu Dusun Tepis, Donomulyo, Secang, Dusun Kiyudan, Desa Kenalan, Pakis, Dusun Ngulakan, Desa Kapuhan, Sawangan, Dusun Suwanting, Desa Banyuroto, Sawangan, kemudian Dusun Gintung, Desa Ketep, Sawangan, Dusun Pandansari dan Dusun Soko, Desa Podosoko, Sawangan.

Selain itu, kata Edy, tanah longsor juga terjadi di Dusun Mangundadi, Desa Krinjing, Kajoran, Dusun Semawang, Desa Balerejo, Kaliangkrik, Dusun Windusabrang, Desa Wonolelo, Sawangan, Dusun Ngrancah, Desa Ngrancah, Grabag, Dusun Dadapan, Desa Ngadirejo, Salaman, Dusun Sampangan, Desa Bumirejo, Kaliangkrik, dan Dusun Soronayan, Desa Ngablak, Ngablak.

Disebutkan pada Rabu (1/2) malam, bencana tanah longsor terjadi di dua titik sekaligus di Kecamatan Sawangan, yaitu Dusun Gintung, Desa Ketep, serta Dusun Windusabrang, Desa Wonolelo. Longsor di Dusun Gintung hanya berselang sehari dari longsor sebelumnya. Longsor keempat ini membuat akses jalan Magelang-Boyolali kembali tertutup material dan tidak bisa dialalui kendaraan.

Pada waktu hampir bersamaan, tanah longsor terjadi di Dusun Windusabrang, Desa Wonolelo, Sawangan. Longsor ini menjebol talud dan emperan dengan tinggi 4 meter dan lebar 10 meter milik Juri (60). “Longsor terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Longsor ini juga dipicu hujan intensitas tinggi sejak siang sampai malam hari,” katanya.

Material longsor menimpa dapur dan kandang ternak milik Bakri (35) sehingga rusak berat. Satu korban luka akibat longsor ini yaitu Mufida (10). Saat itu, korban yang berada di dalam kamar mandi tertimpa material. “Korban dibawa ke Puskesmas Sawangan untuk mendapat pengobatan. Ia luka di bagian kaki, kondisinya sekarang sudah membaik,” jelas dia.

Edy menjelaskan dari 11 kecamatan rawan longsor wilayah Kecamatan Sawangan akan diberi perhatian khusus. Hal ini karena jalur longsor berada di jalan utama yang menghubungkan wilayah Kabupaten Magelang dengan Boyolali. Rute tersebut selama ini memang rawan longsor dan pernah mengakibatkan korban jiwa. “Jalur Magelang-Boyolali merupakan jalur wisata Sosebo sehingga jika longsor tidak segera ditangani akan membuat pariwisata terganggu. Kami minta masyarakat waspada karena longsor susulan masih mungkin terjadi. Kami menemukan banyak rekahan,” kata dia.

Untuk mengatasi dampak longsor, BPBD mengerahkan sekitar 100 personel sukarelawan untuk menyingkirkan material. “Saat ini longsor di Dusun Windusabrang sudah bisa dikondisikan. Namun, kami tetap menghimbau masyarakat di kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya. (MH Habib Shaleh/CN38/SM Network)