Desa Negarajati Terkendala Akses

0
33

MAJENANG – Rencana pemekaran Kecamatan Majenang dengan mengambil sejumlah desa di Kecamatan Cimanggu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pasalnya, ada satu desa yang akan terkendala akses, jika masuk ke kecamatan baru.

Hal itu mengemuka dalam sosialisasi rencana pemekaran Kecamatan Majenang di pendapa kecamatan, Kamis (29/9). Sosialisasi dilaksanakan oleh Pemkab Cilacap melalui Kepala Bagian Tata Pemerintahan Yuni Kustowo bersama jajaran. Camat Majenang Oktrivianto Subekti dan Camat Cimanggu Buddy Haryanto turut mendampingi.

Sedangkan peserta sosialisasi menyasar 10 pemerintah desa yang direncanakan masuk kecamatan Boja. Kesepuluh desa itu, masing-masing Sadabumi, Sadahayu, Pengadegan, Ujungbarang, Sepatnuggal, Boja, dan Bener, Kecamatan Majenang. Kemudian tiga desa lainnya, yakni Pesahangan, Cijati, dan Negarajati (Kecamatan Cimanggu).

Sesuai hasil kajian dan survei kelayakan, desadesa itu akan disatukan dalam Kecamatan Boja. Sebagaimana disampaikan Kades Negarajati, Deleg Ahmad, wilayahnya akan mengalami kesulitan akses transportasi jika ikut Kecamatan Boja.

Terutama untuk Dusun Negarajati dan Garunggang, yang lokasinya jauh dari Boja. Untuk menjangkau wilayah Boja, mereka harus memutar ke selatan lewat Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu. Dari desa itu, mereka berbelok ke barat-utara melewati Desa Padangjaya, sebelum sampai ke Boja.

Ingin Bergabung

Hal itu berbeda dari akses mereka selama ini, ketika masuk Kecamatan Cimanggu. Setelah sampai di Desa Rejodadi, warga Negarajati cukup ke arah timur menuju kecamatan, melalui jalur selatan Jawa.

’’Warga tetap menginginkan untuk bergabung dengan Kecamatan Cimanggu karena aksesnya lebih mudah,’’ kata Deleg Ahmad dalam forum. Selain kendala jarak, akses transportasinya juga sulit. Sebab kondisi jalan yang ada, saat ini banyak yang berupa makadam, dengan melintasi perbukitan. ’’Sesuai hasil rapat yang melibatkan warga, itu menolak (masuk Kecamatan Boja),’’ kata tokoh masyarakat Desa Negarajati, Caswito.

Sementara itu, mayoritas desa lainnya menyatakan sepakat, dengan sejumlah persyaratan. ’’Kita setuju dengan pemekaran. Tapi tolong, jalan menuju kecamatan dibenahi,’’ kata Kades Ujungbarang, Tarkono. Kemudian persyaratan lain disampaikan tokoh masyarakat Desa Pesahangan, Marjono. Ia meminta pelayanan di kecamatan baru bisa dilaksanakan maksimal. ’’Minimal harus sama dengan kecamatan yang lama,’’ kata dia.

Menyikapi hal itu, Yuni Kustowo mengaku akan segera melaporkan kepada unsur pimpinan di lingkungan Pemkab Cilacap. Selanjutnya, pihaknya akan mengonsultasikan kepada pemerintah pusat, guna keberlangsungan rencana pemekaran kecamatan yang tepat. Sementara itu, untuk potensi kendala yang dialami Desa Negarajati, diperlukan pertimbangan lain.

’’Nanti kami coba sampaikan (ke Kemendagri), apakah bisa usulan pemekaran ada 9 desa, namun dengan skor 10 desa,’’ kata dia. Lebih lanjut disampaikan, rencana pemekaran Kecamatan Majenang dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sebab kecamatan itu cukup luas, dengan membawahi 17 desa. Karena untuk kecamatan baru hanya 7 desa di Majenang, maka sesuai hasil kajian dan survei kelayakan dari pihak ketiga, ditambah tiga desa dari Kecamatan Cimanggu. ’’Karena menurut PP No 19 tahun 2008 tentang Kecamatan, cakupan wilayah kecamatan di kabupaten itu minimal 10 desa. Sedangkan untuk kota, itu 5 desa/kelurahan,’’ kata dia. (tg-78)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here